Kuningan, PR Politik – Musibah kebakaran hebat melanda Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Ciniru di Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Rabu (12/8). Kepulan asap tebal dari gunungan sampah yang terbakar dilaporkan menyebar pesat hingga mengepung kawasan permukiman warga di sekitar lokasi kejadian.
Insiden kebakaran tersebut pertama kali dilaporkan muncul sekitar pukul 05.00 WIB. Api diduga dipicu oleh sisa bara yang masih menyala, yang kemudian cepat membesar akibat hembusan angin kencang dan cuaca terik. Hingga proses penanganan darurat berlangsung, kepulan asap pekat masih terlihat membumbung dari area TPSA yang memiliki luas sekitar 5,5 hektare tersebut.
Ratusan petugas gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan Polri diterjunkan langsung ke lokasi untuk memadamkan titik api. Armada ambulans juga disiagakan di sekitar lokasi sebagai langkah antisipasi medis jika ada warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana, mengimbau masyarakat di sekitar kawasan TPSA untuk mematuhi protokol kesehatan dengan mengenakan masker dan membatasi aktivitas di luar ruangan demi meminimalkan risiko gangguan pernapasan.
Mendapat laporan mengenai insiden kebakaran tersebut, Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra sekaligus Ketua Kelompok Komisi (Kapoksi) XII Fraksi Gerindra, H. Rokhmat Ardiyan, M.M., turun langsung meninjau lokasi.
Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Barat X tersebut bahkan ikut memegang slang pemadam dan membantu petugas memadamkan kobaran api di tengah kepulan asap tebal. Ia menyatakan keprihatinan mendalam atas dampak musibah ini terhadap kesehatan masyarakat sekitar.
“Saya prihatin sekaligus khawatir melihat kepulan asap tebal di TPSA Ciniru ini. Jelas, asap ini berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat sekitar,” ujarnya di sela rehatnya membantu para petugas Damkar.
Ia menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi jajaran TNI, Polri, Damkar, dan BPBD Kuningan yang terus berjibaku di lapangan. Namun, ia menekankan bahwa insiden ini tidak boleh dipandang sebagai kebakaran biasa, melainkan cerminan dari krisis pengolahan sampah daerah. TPSA Ciniru seluas 5,5 hektare tersebut dinilai telah mengalami kelebihan kapasitas (overload) kronis.
“Pemadaman api saja tidak cukup. TPSA Ciniru seluas 5,5 hektare ini, memang sudah overload dan darurat untuk ditangani secara serius. Kejadian ini harus jadi momentum evaluasi total,” tegasnya.
Dalam kunjungannya, ia juga menyempatkan diri menemui dan menyapa para pemulung yang tetap beraktivitas mencari nafkah di kawasan TPSA. Sebagai wakil rakyat di Komisi XII DPR RI yang membidangi energi, lingkungan hidup, dan investasi, ia menegaskan persoalan sampah di Kuningan memerlukan intervensi teknologi dan regulasi jangka panjang.
Sebelumnya, ia mengaku telah mendorong keterlibatan Kementerian Lingkungan Hidup dalam merancang sistem pengelolaan sampah terpadu di TPSA Ciniru, termasuk mendorong penerapan teknologi konversi sampah menjadi energi (waste-to-energy) serta penguatan bank sampah berbasis desa.
“Saya akan berkoordinasi dengan Pemkab Kuningan serta kementerian terkait untuk mendorong solusi jangka panjang pengelolaan sampah di Kabupaten Kuningan,” ujarnya.
Ia menggarisbawahi bahwa kombinasi antara tingginya volume sampah harian dan terbatasnya daya tampung TPSA menuntut Pemkab Kuningan untuk segera mengambil langkah taktis jangka pendek sekaligus merumuskan solusi permanen. Modernisasi sistem pengolahan sampah terintegrasi dari hulu hingga hilir menjadi kunci agar bencana serupa tidak berulang di masa depan.
Ia berharap titik api dapat segera dikendalikan secara total sehingga tidak menimbulkan dampak ekologis maupun sosial yang lebih luas. Mengakhiri kunjungannya, Rokhmat mengingatkan warga untuk tetap waspada dan mengikuti petunjuk dari otoritas setempat.
“Untuk warga sekitar TPSA Ciniru, tetap jaga kesehatan serta patuhi aturan-aturan yang disampaikan oleh dinas terkait!” pungkasnya.
sumber : Fraksi Gerindra















