Diana Valencia: PR Politik Penting Menjembatani Komunikasi Pemerintah, Media, dan Publik

Jurnalis CNN TV, Diana Valencia (kanan) bersama Founder PR Politik, Heryadi Silvianto (kiri)

Jakarta, PR Politik – Jurnalis CNN TV, Diana Valencia, menilai pemahaman terhadap public relations (PR) politik menjadi salah satu faktor penting yang membedakan cara politisi dan pejabat publik berkomunikasi dengan media. Menurutnya, aktor politik yang memahami PR cenderung lebih mudah membangun komunikasi dengan media dan melihatnya sebagai bagian dari ekosistem komunikasi publik.

Hal tersebut disampaikan Diana dalam wawancara bersama Founder PR Politik, Heryadi Silvianto. Ia mengatakan, media dapat menjadi mitra penting bagi pemerintah untuk menyampaikan informasi sekaligus menjelaskan kebijakan kepada masyarakat.

“Kita sebagai media sangat bisa membedakan orang-orang yang memiliki pengetahuan PR sama yang enggak. Kalau yang tahu PR dan media, itu kerap kali jauh lebih mudah berkomunikasinya,” ujar Diana.

Menurut Diana, pendekatan komunikasi juga perlu berubah ketika seorang politisi beralih dari fase memenangkan pemilu menuju fase menjalankan pemerintahan. Dalam konteks tersebut, how to govern membutuhkan pola komunikasi yang lebih terbuka dan menempatkan media sebagai salah satu pihak yang dapat membantu menyampaikan informasi kepada publik.

Ia mencontohkan program-program pemerintah yang dalam proses penyampaiannya kepada masyarakat terkadang justru menimbulkan kebingungan. Informasi yang tidak tersampaikan secara utuh dapat membuat pemahaman publik terhadap program tersebut menjadi berbeda dengan tujuan awal pemerintah. Dalam situasi seperti ini, media dapat berperan membantu memperjelas informasi dan meluruskan pemahaman yang berkembang di masyarakat.

“Media bisa digunakan untuk memperjelas yang keruh. Salah satunya soal program-program prioritas pemerintah yang kerap kali ketika turun ke bawah jadi lebih keruh,” katanya.

Diana menambahkan, salah satu fungsi penting PR politik adalah memastikan pejabat publik memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk menjalankan pemerintahan, bukan sekadar informasi yang ingin mereka dengar.

Baca Juga:  Munadhil: Regulasi dan Pemanfaatan AI Menjadi Kunci Menjaga Demokrasi di Era Deepfake

“PR politik itu memberikan informasi yang mereka butuhkan, bukan yang mereka inginkan. Itu bisa membantu mereka memerintah,” ujarnya.

Karena itu, menurut Diana, PR politik memiliki posisi strategis untuk menyambungkan komunikasi antara pemerintah, media, dan publik. Komunikasi yang dibangun tidak semata-mata untuk membentuk citra, tetapi juga memastikan informasi publik dapat disampaikan secara jelas dan dipahami masyarakat.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Opini