Jakarta, PR Politik – Jurnalis CNN TV, Diana Valencia, menilai kemunculan dan meningkatnya kepercayaan publik terhadap homeless media tidak terlepas dari perubahan cara media menyajikan informasi. Menurutnya, sebagian media saat ini dinilai mulai kehilangan kreativitas dalam menyampaikan isu sehingga publik mulai mencari sumber informasi dengan kemasan yang dianggap lebih menarik.
Ia mengatakan, masyarakat saat ini memiliki banyak pilihan sumber informasi sehingga cenderung memilih kanal yang mampu menyajikan informasi dengan cara yang lebih menarik.
“Menurut saya, munculnya homeless media dan lebih dipercayainya homeless media itu tidak terlepas dari media-media sekarang yang cukup kehilangan kreativitas untuk menyampaikan hal-hal tertentu,” ujar Diana.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat dianalogikan seperti seseorang yang memiliki banyak pilihan pintu untuk dilalui. Ketika terdapat satu pintu yang dianggap lebih menarik dan berwarna dibandingkan yang lain, masyarakat cenderung memilih pintu tersebut.
“Kalau orang memiliki banyak pilihan pintu, tetapi ada pintu yang lebih menarik, tentu kita akan memilih pintu yang paling menarik dan paling berwarna,” katanya.
Namun, Diana menilai persoalan homeless media tidak berhenti pada kreativitas dan daya tarik konten. Ia menyoroti perlunya pengaturan, terutama terkait penggunaan informasi dan narasi yang berasal dari media lain.
Menurut Diana, terdapat persoalan ketika homeless media mengutip pemberitaan media arus utama tanpa mengikuti standar dan kebijakan yang berlaku dalam ekosistem jurnalistik. Kondisi tersebut dapat semakin bermasalah ketika informasi yang dikutip kemudian disajikan dengan narasi yang berbeda dari konteks awal.
“Yang menjadi persoalan, ketika media mengutip kita, mereka sering kali mengutip begitu saja, dan narasinya kemudian bisa berubah atau berbelok,” ujarnya.
Diana mengakui bahwa tidak seluruh homeless media memiliki persoalan yang sama. Menurutnya, terdapat kanal yang justru mampu memberikan warna baru dalam penyampaian informasi dan menghadirkan konten yang menghibur bagi masyarakat.
Namun, ia mengingatkan adanya homeless media yang menyebarkan informasi tanpa konteks yang memadai. Ia mencontohkan pengalaman ketika muncul pemberitaan yang menyebut dirinya ditangkap polisi, kemudian berkembang menjadi narasi lain yang mengaitkannya dengan pengungkapan kasus korupsi.
Menurut Diana, perubahan narasi semacam itu menunjukkan pentingnya kehati-hatian dalam mengelola informasi di tengah berkembangnya berbagai kanal media.
Karena itu, menurut Diana, perkembangan homeless media perlu diikuti dengan perhatian terhadap akurasi, konteks, dan tanggung jawab dalam penyampaian informasi. Di tengah semakin beragamnya sumber informasi, daya tarik sebuah konten memang menjadi faktor penting, tetapi tetap perlu berjalan beriringan dengan prinsip kehati-hatian dalam membangun narasi kepada publik.















