Tarif 32 Persen dari AS, Kaisar Abu Hanifah Desak Pemerintah Perkuat Industri Nasional

Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PKB, Kaisar Abu Hanifah | Foto: Istimewa

Jakarta, PR Politik – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, resmi menetapkan tarif resiprokal sebesar 32 persen terhadap sejumlah negara, termasuk Indonesia, yang mulai berlaku per 1 Agustus 2025. Menanggapi kebijakan ini, Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Kaisar Abu Hanifah, meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk melindungi industri dalam negeri.

“Keputusan Presiden AS untuk mengenakan tarif sebesar 32 persen ke Indonesia harus menjadi momen penting bagi pemerintah untuk memberi perhatian lebih serius kepada industri nasional. Perlindungan konkret terhadap industri dalam negeri mutlak diperlukan agar tidak terlalu terdampak oleh kebijakan ini,” ujar Kaisar, Rabu (10/7/2025).

Ia mengungkapkan bahwa sektor-sektor industri yang berorientasi ekspor seperti tekstil, alas kaki, dan minyak sawit menjadi yang paling rentan terhadap dampak kebijakan tersebut. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor Indonesia ke Amerika Serikat sepanjang 2024 mencapai 28,18 miliar dolar AS, meningkat 9,27 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menyumbang 9,65 persen dari total ekspor nasional.

“Jika pemerintah tidak segera melakukan langkah perlindungan yang konkret, sektor tekstil bisa mengalami penurunan drastis. Kita harus mencegah risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) massal dan lonjakan pengangguran,” tegas Kaisar.

Ia menambahkan bahwa pemerintah sebenarnya telah menyiapkan sejumlah strategi, termasuk penguatan regulasi teknis, peningkatan kepatuhan industri terhadap standar internasional, serta optimalisasi kerja sama bilateral dan multilateral. Namun menurutnya, langkah-langkah tersebut harus diperkuat lagi dengan peningkatan kapasitas industri dari hulu ke hilir serta koordinasi lintas sektor yang solid untuk menjaga daya saing.

“Perlindungan tidak cukup hanya dari sisi kebijakan, tapi juga harus menyentuh aspek pemberdayaan pelaku industri agar mereka mampu bertahan dan bersaing di pasar global,” ujar legislator dari Daerah Istimewa Yogyakarta ini.

Baca Juga:  Rocky Candra: Koperasi Merah Putih Bukti Cinta Presiden Prabowo kepada Rakyat Desa

Sebagai strategi jangka panjang, Kaisar mendorong pemerintah untuk mengurangi ketergantungan impor dari Amerika Serikat dan memperluas pasar ekspor ke negara-negara potensial lainnya. Ia juga menekankan pentingnya mendorong konsumsi produk dalam negeri.

“Diversifikasi pasar penting agar kita tidak terjebak pada satu ketergantungan. Peningkatan penyerapan produk dalam negeri juga harus menjadi prioritas,” pungkasnya.

Sumber: fraksipkb.com

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru