Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKS, Netty Prasetiyani, menegaskan dua agenda strategis yang akan dikawal ketat oleh Komisi IX DPR RI pada masa persidangan kali ini. Agenda utama tersebut meliputi percepatan penyelesaian Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan serta pengawasan ketat terhadap efektivitas alokasi APBN 2027 untuk penguatan sektor kesehatan nasional.
Sikap politik tersebut disampaikan legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat VIII itu dalam sesi PKS Legislative Report menjelang pembukaan Rapat Paripurna ke-2 DPR RI Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026/2027 yang berlangsung di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8).
Mengenai kelanjutan RUU Ketenagakerjaan, Netty menjelaskan bahwa Panitia Kerja (Panja) di Komisi IX terus menggenjot proses pendalaman materi agar seluruh tahapan penyusunan dapat tuntas sesuai target. Pasca-pembahasan tingkat komisi, RUU ini akan diserahkan ke Badan Legislasi (Baleg) DPR RI untuk menjalani harmonisasi sebelum disahkan sebagai RUU Inisiatif DPR dan dibahas bersama pihak pemerintah.
“Mudah-mudahan Oktober kita sudah punya Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru,” ujarnya.
Di samping fungsi legislasi, ia menyambut positif arah kebijakan APBN 2027 yang dinilainya mulai berfokus pada penguatan sektor kesehatan dasar. Salah satu poin utama yang ia soroti adalah rencana perbaikan dan modernisasi fasilitas layanan primer, termasuk target renovasi 10.000 puskesmas serta peningkatan mutu rumah sakit di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Ini merupakan kabar baik buat kita agar kualitas layanan kesehatan kita semakin baik. Namun tentu saja kita juga ingin mengimbau masyarakat agar tidak hanya meningkatkan layanan kesehatan di rumah sakit, tapi juga membangun kesadaran bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati,” tegasnya.
Menurutnya, efektivitas Pembangunan kesehatan tidak boleh bertumpu pada pendekatan kuratif semata. Pemerintah dan masyarakat perlu memperkuat pilar promotif dan preventif dengan menggalakkan gaya hidup sehat, aktivitas fisik teratur, serta kecermatan dalam mengonsumsi makanan dan minuman harian.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap terobosan Kementerian Kesehatan yang memelopori pemeriksaan kesehatan fisik dan mental secara berkala bagi para peserta internship dokter di seluruh wahana pendidikan di Indonesia. Langkah ini dipandang penting guna menjaga stamina dan psikologis para tenaga medis muda yang menjadi pilar utama pelayanan masyarakat.
“Kita ingin dokter-dokter muda kita adalah dokter-dokter yang sehat, sehat secara fisik dan sehat juga secara mentalitas, sehingga mereka menjadi ujung tombak kesehatan masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Ia menyimpulkan bahwa akselerasi pengesahan RUU Ketenagakerjaan yang baru serta pengawasan anggaran kesehatan APBN 2027 harus berjalan secara beriringan demi menjamin peningkatan kualitas hidup dan kepastian perlindungan bagi seluruh rakyat Indonesia.
sumber : Fraksi PKS















