Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras Minta Pemerintah Perkuat Mitigasi Bencana Jelang Nataru

Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras | Foto: DPR RI (dok)

Jakarta, PR Politik – Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, meminta pemerintah meningkatkan mitigasi dan antisipasi bencana menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Seruan ini disampaikan menanggapi peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi di berbagai daerah.

“Intensifikasi monsun Asia, anomali atmosfer global, hingga potensi kelahiran bibit siklon tropis menjadikan Desember 2025 sebagai periode dengan risiko hidrometeorologi tertinggi dalam beberapa tahun terakhir,” kata Iwan Aras dalam keterangannya, Jumat (5/12/2025).

Berdasarkan laporan BMKG, wilayah Jawa Barat tercatat sebagai daerah paling rawan bencana, disusul Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ketiga wilayah tersebut merupakan kawasan berpenduduk padat yang diprediksi mengalami peningkatan mobilitas saat libur panjang.

“Ini tiga wilayah berpenduduk padat yang menjadi pusat mobilitas pada libur panjang. Maka semua pihak, termasuk masyarakat, harus meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya.

Iwan menegaskan bahwa peringatan BMKG harus dipahami tidak sekadar sebagai alarm teknis, melainkan sebagai sinyal tentang kesiapan negara dalam menghadapi ancaman bencana yang semakin sering dan semakin ekstrem.

“Warning BMKG harus dilihat bukan hanya sekadar alarm teknis, tapi juga sebagai sinyal mengenai kesiapan negara dalam menghadapi ancaman berulang yang kini semakin sering dan semakin ekstrem,” imbuhnya.

Ia menyebut bencana alam telah menerjang berbagai wilayah, sehingga pemerintah harus segera menerjemahkan prediksi dan peringatan dini BMKG ke dalam langkah konkret yang cepat.

“Termasuk persiapan evakuasi warga, pengungsian dini, pengetatan aktivitas di zona merah, dan memperkuat logistik sebelum bencana tiba, serta dukungan informasi publik yang masif dan mudah diakses,” ucapnya.

Iwan menekankan bahwa kesiapsiagaan membutuhkan keberanian mengambil keputusan, termasuk tindakan dini yang mungkin tidak populer.

Baca Juga:  Dwita Ria Gunadi Dukung Anggaran Bapanas 2026 untuk Perkuat Swasembada Pangan

“Dalam situasi seperti ini, kesiapsiagaan bukan lagi sekadar soal kemampuan teknis, tetapi juga soal keberanian untuk memutuskan tindakan dini yang tidak populer namun menyelamatkan nyawa,” tambahnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru