Sidang Pleno KIPP 2025 Tentukan Inovasi Pelayanan Publik Terbaik

Jakarta, PR Politik – Tim Panel Independen (TPI) dan Tim Evaluasi (TE) menyelenggarakan sidang pleno Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Tahun 2025 secara daring pada Jumat (8/8/2025). Sidang ini menjadi tahap akhir untuk menentukan inovasi terbaik yang akan menjadi pemenang KIPP 2025.

Sebelumnya, TPI telah menilai 273 finalis inovasi pelayanan publik yang terbagi dalam kelompok umum dan replikasi. Ketua TPI KIPP, R. Siti Zuhro dari BRIN, menjelaskan bahwa setiap inovasi didalami untuk mengetahui kelayakannya jika diterapkan secara nasional.

“Masing-masing kementerian dan lembaga telah memberikan penilaian pada inovasi yang sesuai dengan isu strategis terkait tugas dan fungsi dari kementerian dan lembaga tersebut. Hari ini kami melakukan sidang pleno untuk menentukan nominasi inovasi KIPP 2025,” jelas Siti Zuhro.

Siti Zuhro menambahkan bahwa inovasi yang dihadirkan tahun ini seluruhnya merupakan inovasi baru dan sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo. “Inovasi baru semua dan mengacu pada Asta Cita. Ada yang sesuai Asta Cita satu, dua, dan seterusnya,” kata Siti Zuhro.

Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Otok Kuswandaru, menekankan bahwa KIPP adalah upaya kolektif untuk menemukan dan menyebarluaskan praktik terbaik. Ia berharap penilaian didasarkan pada dampak nyata bagi masyarakat serta potensi untuk diperluas (scaling up).

“Oleh karena itu, saya sangat berharap, penilaian yang dilakukan oleh TPI senantiasa berpegang pada dua prinsip utama, yaitu dampak terhadap masyarakat, serta potensi dan kelayakan untuk diperluas atau scaling up,” ujar Deputi Otok.

Deputi Otok juga menyampaikan pesan dari Menteri PANRB Rini Widyantini yang meminta agar inovasi terbaik dari KIPP dapat direplikasi. “Menteri PANRB meminta agar inovasi terbaik pada KIPP bisa di-scaling up. Indikator keberhasilan bukan hanya pada berapa banyak inovasi yang diciptakan, tetapi berapa banyak inovasi yang berhasil direplikasi dan membawa perubahan di banyak tempat. Saat ini scaling up bukan lagi sebuah opsi, melainkan ia sudah menjadi sebuah keniscayaan.” Meskipun scaling up memiliki tantangan, Deputi Otok yakin tantangan tersebut dapat diatasi dengan kemauan yang kuat serta dukungan kebijakan dan komitmen.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Pantau Kasus Penembakan WNI di Malaysia dan Imbau Masyarakat Waspada

Tahun ini, KIPP mengusung tema Mewujudkan Pelayanan Publik Berdampak untuk Kesejahteraan Rakyat dengan sembilan kategori. Nantinya, akan ditentukan pemenang Outstanding Public Service Innovation (OPSI) dari kelompok inovasi umum dan replikasi.

 

sumber : Kemenpan RI