Targetkan Rekrutmen 340 Ribu Relawan untuk Pemilu 2029, Presiden PKS Almuzzammil Yusuf Desak BRSN Gandeng Anak Muda

Jakarta, PR Politik – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Almuzzammil Yusuf (AMY), mendorong Bidang Relawan dan Saksi Nasional (BRSN) PKS untuk membangun kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai elemen masyarakat. Kerja sama strategis ini diharapkan mampu menjangkau generasi muda, kalangan kampus, komunitas, kelompok profesional, hingga memperkuat jaringan internal partai.

Menurutnya, penguatan jejaring sosial dan pemanfaatan teknologi digital menjadi instrumen penentu dalam menghadapi perubahan zaman, sekaligus memperluas partisipasi aktif masyarakat dalam kehidupan kebangsaan.

Amanat tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan resmi dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BRSN PKS se-Indonesia yang diselenggarakan secara virtual, Sabtu (8/8). Forum tertinggi ini menjadi momentum konsolidasi nasional untuk memperkuat koordinasi, rekrutmen, pendidikan, serta pembinaan relawan dan saksi sebagai bagian dari persiapan awal menyongsong Pemilu 2029.

Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya BRSN membangun pola hubungan link and match dengan seluruh bidang dan badan di internal PKS, termasuk organisasi sayap partai, Gema Keadilan, Fraksi PKS di parlemen, serta berbagai elemen masyarakat sipil. BRSN dinilai memiliki posisi strategis untuk menyatukan berbagai potensi tersebut agar dapat bekerja secara sinergis.

“Jangan membangun tembok, tetapi membangun jembatan,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa semangat membangun jembatan kolaborasi tersebut harus diwujudkan melalui kerja-kerja konkret di lapangan. Rangkaian program kerja seperti pelatihan saksi, pembinaan relawan di daerah, pemanfaatan agenda reses anggota dewan, hingga kegiatan kemasyarakatan harus dioptimalkan. Langkah ini bertumpu pada tujuan membuka ruang partisipasi politik yang lebih inklusif bagi publik.

Secara khusus, ia menginstruksikan BRSN untuk memperluas cakupan rekrutmen relawan ke sektor-sektor produktif, terutama komunitas hobi, kalangan profesional, tenaga pengajar, dan generasi muda selaku pemegang suara mayoritas. Target besar yang dicanangkan partai menuntut metode pendekatan rekrutmen yang terbuka dan adaptif.

Baca Juga:  Jazilul Fawaid Minta Pemerintah Dukung Pengembangan Seni Qasidah sebagai Media Dakwah Islam

“Bisa gak meyakinkan anak muda untuk ikut bergabung bersama target kita 340 ribu?” cetusnya memacu semangat peserta Rakornas.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa masifnya angka rekrutmen wajib berjalan beriringan dengan aspek pembinaan yang bermutu. Relawan dan saksi tidak boleh sekadar menjadi angka statistik dalam database partai, melainkan harus dibekali dengan pendidikan politik, pelatihan taktis, serta penguatan kapasitas secara konsisten.

Guna mencapai kualifikasi tersebut, program-program penguatan kapasitas internal seperti Training of Pelatih (TOP) harus dimaksimalkan. Langkah ini krusial agar seluruh relawan dan saksi memiliki kompetensi, mentalitas kuat, serta kesiapan total dalam menjalankan peran mengawal suara partai pada perhelatan politik mendatang.

Sebagai informasi, Rakornas virtual ini diikuti oleh sekitar 100 peserta yang bertindak sebagai representasi pengurus BRSN PKS dari 30 provinsi di seluruh Indonesia.

sumber : PKS

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Opini