Lombok Timur, PR Politik – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhammad Iqbal melakukan penanaman bawang putih perdana di kawasan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Senin (9/2). Langkah ini menjadi bagian dari strategi akselerasi swasembada pangan nasional yang menargetkan penghentian impor komoditas tersebut dalam waktu dekat.
Mentan Amran mengungkapkan bahwa wilayah Sembalun memiliki keunggulan agroklimat yang luar biasa, sehingga mampu menghasilkan produktivitas jauh di atas rata-rata nasional.
“Ini kami sedang tanam bawang putih bersama Pak Gubernur. Insyaallah ini akan mampu berproduksi 20–30 ton per hektare,” ungkapnya saat meninjau langsung lahan pertanian di kaki Gunung Rinjani tersebut.
Kementerian Pertanian memproyeksikan NTB sebagai tulang punggung pasokan bawang putih antarprovinsi. Dengan kualitas umbi yang sangat kompetitif dan ditanam pada ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl), Sembalun ditetapkan sebagai pusat perbenihan nasional.
“Kalau mampu 50 ribu hektare, minimal 25 ribu hektare, ini sudah bisa menyuplai provinsi-provinsi lain. Kita hentikan impor dalam 3–4 tahun ke depan, paling lambat 5 tahun,” ujarnya.
Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, menyatakan kesiapan jajarannya dalam mendukung instruksi Presiden RI melalui Kementerian Pertanian. Saat ini, NTB telah memetakan lahan potensial seluas 7.750 hektare, dengan Lombok Timur sebagai sentra utama.
Strategi pengelolaan kawasan akan dibagi menjadi dua fokus utama:
-
Kawasan Sembalun: Difokuskan untuk pembenihan seluas 750 hingga 1.000 hektare.
-
Kawasan Sekitar: Wilayah dengan elevasi lebih rendah akan diarahkan untuk produksi konsumsi massal.
“Alhamdulillah, tahun ini kita sudah menjadi produsen benih bawang putih terbesar di Indonesia. Sesuai arahan Pak Menteri, kawasan Sembalun akan difokuskan untuk pembenihan sekitar 750 hingga 1.000 hektare, sementara wilayah di bawahnya difokuskan untuk produksi konsumsi,” jelasnya.
Mentan menekankan bahwa dengan dukungan penuh dari pimpinan daerah yang responsif, target swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pusat dalam 3-4 tahun ke depan sangat realistis untuk dicapai.
“Sesuai arahan Bapak Presiden, insyaallah Indonesia akan mencapai swasembada pangan dalam 3-4 tahun. Apalagi kalau disupport oleh Gubernur NTB,” pungkasnya.
sumber : Kementan RI















