Bandung, PR Politik – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Biro Komunikasi Publik menggelar Workshop Perpustakaan Kementerian PU pada 22-23 Oktober 2025 di Bandung. Workshop tahun ini mengangkat tema “Peluang dan Tantangan Perpustakaan di Era Artificial Intelligence (AI)” sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan perpustakaan berbasis teknologi digital di lingkungan Kementerian PU.
Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PU Lisniari Munthe mengatakan, di era digital, perpustakaan menghadapi tantangan kompleks dalam menyimpan, menjaga, dan memberdayakan koleksi warisan. Oleh karena itu, penerapan AI menjadi solusi.
“Penggunaan AI saat ini menjadi pilihan agar proses digitalisasi perpustakaan menjadi lebih mudah dan efisien, serta menjadi harta karun digital yang dapat diakses oleh semua orang. Selain itu AI dapat menyediakan rekomendasi buku, artikel, atau dokumen yang relevan kepada pengguna dengan mempelajari preferensi dan kebutuhan pengguna,” katanya saat membuka acara workshop pada Rabu (22/10).
Saat ini Perpustakaan Kementerian PU telah menerapkan layanan informasi digital yang cepat dan mudah dengan aplikasi digital library, termasuk Institutional Repository yang menyediakan hasil karya intelektual para praktisi Kementerian PU secara terbuka dan daring.
Para pustakawan atau pengelola perpustakaan di lingkungan Kementerian PU didorong untuk terus mengembangkan kompetensinya agar mampu berinovasi dan memanfaatkan teknologi secara optimal dalam memberikan pelayanan yang lebih baik. Hal ini sejalan dengan amanat UU Nomor 13 Tahun 2018 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam.
“Pustakawan harus mampu mempersiapkan strategi yang matang dalam mengimplementasikan teknologi informasi di era AI yang terus berkembang agar dapat memanfaatkannya dengan efektif dan juga meminimalisir risiko yang mungkin terjadi. Melalui workshop ini saya berharap dapat meningkatkan pengetahuan dan kapasitas SDM perpustakaan di Kementerian PU agar dapat beradaptasi dengan perkembangan informasi di era AI,” tutup Lisniari.
Kegiatan ini diikuti secara daring maupun luring oleh pustakawan se-Indonesia, dengan materi pembahasan mencakup pemetaan kompetensi pustakawan di era AI, implementasi AI pada perpustakaan berbasis teknologi, serta prompt engineering untuk pengembangan layanan dan promosi perpustakaan.
sumber : Kemhan RI















