Kemensos Salurkan Bantuan ATENSI Rp433 Juta untuk Disabilitas Korban Banjir Sibolga

Sibolga, PR Politik – Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan atensi khusus bagi kelompok rentan, terutama penyandang disabilitas, yang terdampak musibah banjir bandang di Kota Sibolga, Sumatera Utara. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dan paket logistik sembako.

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf kepada para penerima manfaat di Kantor Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) Hephata HKBP Sibolga, Minggu (21/12).

Total bantuan yang dialokasikan mencapai Rp433.345.000. Angka tersebut mencakup beragam kebutuhan mendasar dan alat penunjang mobilitas, antara lain:

  • 407 paket sembako untuk pemenuhan nutrisi.

  • 13 unit kursi roda bagi kemandirian gerak.

  • 2 paket kruk atau alat bantu berjalan.

Penyaluran ini merupakan buah kolaborasi antara Kementerian Sosial, Komisi Nasional Disabilitas (KND), dan RBM Hephata HKBP Sibolga. Mensos menegaskan bahwa akurasi data menjadi kunci kecepatan respons negara dalam situasi darurat.

“Kami memberikan dukungan dalam rangka perlindungan dan jaminan sosial, sekaligus rehabilitasi. Saya diberikan data yang lengkap sehingga mempermudah kami untuk menyalurkan bantuan. Saya juga berterima kasih kepada RBM Hephata yang berperan membantu penyandang disabilitas, termasuk yang membutuhkan trauma healing akibat bencana,” ujar Mensos Saifullah Yusuf.

Langkah sigap Kemensos ini mendapat apresiasi dari Komisioner KND, Jonna Aman Damanik. Ia menekankan bahwa perlindungan bagi disabilitas pascabencana adalah bukti nyata kehadiran negara.

“Kami mengapresiasi Kementerian Sosial dan pihak-pihak lain yang telah memberikan perhatian kepada penyandang disabilitas. Pada prinsipnya, kami ingin memastikan bahwa negara benar-benar hadir melalui peran dan fungsi masing-masing,” ungkap Jonna.

Di sisi lain, Direktur Panti Karya RBM Hephata HKBP Sibolga, Risma Siregar, menyampaikan rasa harunya atas kunjungan dan bantuan langsung dari pemerintah pusat. Menurutnya, pemberdayaan disabilitas adalah elemen kunci menuju cita-cita inklusivitas global.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Sampaikan Duka Cita Atas Wafatnya Paus Fransiskus

“Kami bersyukur dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kunjungan ini. Bahkan sebelum kami menyampaikan isi lubuk hati kami, Bapak Menteri sudah menjawabnya. Dalam rangka mewujudkan masyarakat inklusif tahun 2030, para penyandang disabilitas perlu terus diberdayakan. Bapak dari Kementerian Sosial, kami dari umat Kristiani pelayan bidang sosial, kita bersama-sama melayani masyarakat,” tutur Risma.

Melalui kemitraan strategis ini, pemerintah berharap para penyandang disabilitas tidak hanya mendapatkan bantuan fisik, tetapi juga pemulihan psikososial (trauma healing) agar dapat kembali beraktivitas secara optimal pascabencana.

sumber : Kemensos RI

Bagikan: