Kemenperin Perkuat Daya Saing IKM Otomotif melalui Digitalisasi Bersama JICA

Jakarta, PR Politik – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen meningkatkan daya saing industri kecil dan menengah (IKM) komponen otomotif agar mampu terintegrasi ke dalam rantai pasok industri besar. Upaya ini direalisasikan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk akademisi, pemasok bahan baku, dan lembaga internasional seperti Japan International Cooperation Agency (JICA).

Kerja sama teknis bertajuk “Automotive Industry Development” ini berfokus pada implementasi digitalisasi di delapan IKM komponen otomotif. Proyek ini menggandeng enam startup teknologi sebagai system integrators.

“Kolaborasi ini diharapkan menjadi model keberhasilan yang dapat direplikasi oleh lebih banyak IKM, sehingga mampu memperluas jangkauan ke industri otomotif nasional dan global,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya di Jakarta, Senin (25/8).

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita, mengungkapkan, proyek ini berlangsung selama tiga bulan, dari 22 April hingga 31 Juli 2025. Program ini merupakan contoh nyata kemitraan internasional yang mendorong kemajuan sektor industri. Reni juga menekankan bahwa implementasi digitalisasi ini sejalan dengan data Asian Development Bank (2022) yang menunjukkan rendahnya adopsi teknologi digital di sektor manufaktur kecil dan menengah di Asia Tenggara.

Hasil digitalisasi yang dipresentasikan oleh delapan pasang pemasok dan integrator sistem pada 19 Agustus 2025 menunjukkan berbagai manfaat bagi IKM. Menurut Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika dan Alat Angkut Kemenperin, Dini Hanggandari, manfaat tersebut antara lain pembaruan data secara real-time, pelaporan otomatis, serta otomatisasi proses inti untuk mengurangi kesalahan dan mempercepat alur kerja.

“Tidak hanya itu, IKM komponen otomotif juga dapat melakukan pemantauan produksi yang terintegrasi untuk memastikan target tercapai, pengendalian kualitas berbasis sistem sehingga dapat menemukan pola cacat produk dalam periode tertentu, serta dapat tercapai peningkatan efisiensi waktu dan sumber daya,” jelas Dini.

Baca Juga:  Sahkan Perpres, Menaker Yassierli Terbang ke Jenewa Serahkan Ratifikasi Konvensi ILO 188 Lindungi Pelaut RI

Reni Yanita berharap kerja sama ini dapat diperluas ke sektor-sektor lain yang termasuk dalam implementasi Making Indonesia 4.0, seperti makanan dan minuman, tekstil, dan kimia. Ia juga menekankan pentingnya pembinaan bagi startup teknologi agar mampu menciptakan solusi inovatif dan menjadi mitra strategis.

Senior Director Economic Development Department JICA, Okumoto Yasuyo, menyatakan bahwa proyek ini bertujuan meningkatkan kolaborasi antara IKM komponen otomotif dan startup teknologi. JICA juga berharap para pemasok dapat melanjutkan upaya digitalisasi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing.

“Digitalisasi menjadi langkah awal untuk meningkatkan produktivitas, identifikasi masalah secara real time, serta memperkuat daya saing IKM. Ke depannya JICA akan memberikan rekomendasi kebijakan untuk mendukung keberlanjutan inisiatif ini,” ucap Okumoto.

 

sumber : Kemenperin RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru