Hidayat Nur Wahid Kecam Rencana Trump Kuasai Gaza dan Usir Warga Palestina

Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid | Foto: Istimewa

Jakarta, PR Politik – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid (HNW), mendukung komunitas internasional yang menolak keras pernyataan mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai penguasaan Gaza dan relokasi warga Palestina ke luar wilayahnya.

HNW menyerukan kepada Pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah tegas dengan bersatu bersama komunitas internasional guna menggagalkan rencana yang bertentangan dengan hukum internasional tersebut. Menurutnya, manuver Trump ini semakin membantu Israel memperluas penjajahan di Palestina.

“Trump yang didampingi Netanyahu (PM Israel yang oleh ICC telah diperintahkan untuk ditangkap) mengumumkan proyeknya untuk menguasai Gaza dan mengusir seluruh warganya keluar dari Palestina. Dunia internasional sudah menyatakan kritik terbuka dan penolakan keras. Maka, agar berhasil, mereka perlu berkolaborasi untuk menggagalkan manuver Trump yang didukung Israel itu,” ujar HNW dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (6/2/2025).

HNW menegaskan bahwa komunitas internasional, termasuk Mesir dan Yordania—dua negara yang disebut sebagai lokasi relokasi warga Gaza oleh Trump—telah menolak keras rencana tersebut. Presiden Otoritas Palestina, Mahmud Abbas, yang kerap berbeda pandangan dengan pejuang Gaza, juga turut menentang. Bahkan, Arab Saudi, Liga Arab, dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menyatakan sikap serupa.

“Uni Eropa pun menolak dengan menegaskan bahwa Gaza adalah bagian dari Palestina merdeka dalam solusi dua negara. Negara-negara seperti Jerman, Belgia, Spanyol, Irlandia, serta Norwegia di luar Uni Eropa, juga menolak. Di Amerika Selatan, Brasil, Kolombia, dan Kuba turut mengecam. Semua anggota tetap Dewan Keamanan PBB, kecuali AS, juga menyatakan keberatan terhadap usulan Trump,” paparnya.

Baca Juga: Neng Eem Dukung Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Minta Pendaftaran SatuSehat Mudah Diakses

Baca Juga:  Novita Wijayanti Soroti Kendala Akses dan Dampak Kebijakan Kunjungan Borobudur terhadap Ekonomi Warga

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, turut mengecam rencana Trump, menyebutnya sebagai bentuk ethnic cleansing yang tidak dapat diterima. Pelapor Khusus PBB untuk Palestina, Francesca Albanese, bahkan menegaskan bahwa usulan Trump adalah tindakan yang melanggar hukum internasional, tidak bermoral, tidak bertanggung jawab, serta merupakan kejahatan internasional.

“Ini adalah rencana yang tidak masuk akal dan tidak layak diusulkan oleh seorang pemimpin negara besar seperti AS. Rencana Trump ini adalah bentuk ethnic cleansing, kejahatan internasional, dan penjajahan model baru yang tidak bisa diterima oleh masyarakat beradab,” tegas HNW.

HNW mengapresiasi sikap tegas Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) yang telah secara terbuka menolak rencana Trump dan memastikan hak warga Palestina untuk menentukan nasibnya sendiri tetap berlaku.

“Penjajahan Israel atas Palestina harus dihentikan jika Trump memang menginginkan perdamaian, bukan malah mendukung pengusiran warga Gaza dari tanah mereka sendiri. Maneuver ini justru memperluas pendudukan ilegal Israel, yang bertentangan dengan keputusan Mahkamah Internasional (ICJ) dan Resolusi Majelis Umum PBB,” tegasnya.

Menurut HNW, Indonesia harus memanfaatkan momentum ini dengan memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan negara-negara yang telah menyatakan penolakan terhadap rencana Trump.

“Kolaborasi ini bisa dilakukan melalui OKI, Liga Arab, dan PBB, termasuk dengan empat anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang menolak rencana Trump. Indonesia juga perlu mengusulkan penyelenggaraan sidang darurat PBB untuk menggagalkan rencana tersebut, mengawal pelaksanaan gencatan senjata, serta menekan Israel agar bertanggung jawab atas pelanggaran yang telah mereka lakukan,” ujarnya.

Baca Juga: Hidayat Nur Wahid Perjuangkan Program Makan Bergizi Gratis untuk Madrasah dan Pesantren

HNW juga menyoroti keberpihakan Trump yang terus mendukung Israel meskipun negara tersebut telah melanggar berbagai resolusi PBB. Menurutnya, hal ini menjadi momentum untuk mereformasi sistem PBB agar lebih adil dan beradab, terutama terkait hak veto di Dewan Keamanan PBB yang kerap digunakan AS untuk melindungi Israel.

Baca Juga:  Subardi Tegaskan Instruksi Prabowo Soal Penghapusan Kuota Impor Bukan untuk Bebaskan Impor Secara Luas

“Trump telah menyatakan akan keluar dari WHO dan Dewan HAM PBB. Jika demikian, sebaiknya ia sekalian saja keluar dari Dewan Keamanan PBB atau bahkan menarik keanggotaan AS dari PBB bersama Israel,” sindirnya.

Lebih lanjut, HNW menambahkan bahwa rencana Trump mendapat perlawanan tidak hanya dari komunitas internasional, tetapi juga dari dalam negeri AS sendiri.

“Banyak warga AS, termasuk yang beragama Yahudi, melakukan demonstrasi menolak usulan Trump ini. Bahkan, sejumlah anggota Kongres AS mengancam untuk memakzulkan Trump atas kebijakan yang dinilai tidak manusiawi ini,” pungkasnya.

 

Sumber: fraksi.pks.id

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru