Bekasi, DPR RI – Panitia Kerja (Panja) Daya Saing Industri Nasional Komisi VII DPR RI melakukan peninjauan langsung ke PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood CBP) di Bekasi, Jawa Barat. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat proses produksi sekaligus menilai bagaimana perusahaan nasional tersebut mampu bersaing di pasar global.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, menegaskan pentingnya penguatan daya saing industri nasional melalui kebijakan yang berpihak pada pelaku usaha dalam negeri.
“Dari portofolionya, Indofood adalah perusahaan yang tepat untuk dikunjungi dalam rangka Panja Daya Saing Industri. Tidak hanya beroperasi di Indonesia, tetapi juga telah menembus pasar luar negeri. Ini menjadi bukti bahwa industri dalam negeri sebenarnya mampu bersaing secara global,” ujar Evita kepada Parlementaria, Jumat (7/11/2025).
Menurut Evita, Indofood merupakan contoh nyata industri nasional yang tidak hanya mampu bertahan di tengah persaingan ketat, tetapi juga terus berinovasi dan memperluas pasar hingga ke tingkat internasional. Ia menilai, perusahaan seperti Indofood membuktikan bahwa industri lokal memiliki potensi besar jika didukung kebijakan yang tepat.
Kunjungan kerja tersebut juga menjadi kesempatan bagi Komisi VII DPR RI untuk mendengar langsung aspirasi pelaku industri terkait berbagai tantangan dan kebutuhan kebijakan, mulai dari rantai pasok bahan baku hingga regulasi sektor industri pangan.
“Apa yang disampaikan Indofood hari ini bukan hanya kepentingan satu perusahaan, tetapi juga mewakili aspirasi industri pangan secara umum. Mulai dari kebutuhan gula, garam, hingga bahan baku lainnya yang harus dijamin pasokannya,” jelas politisi Fraksi PDI Perjuangan itu.
Selain itu, Evita juga menanggapi berbagai isu negatif yang beredar mengenai produk Indofood, khususnya mi instan. Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, ia menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak benar.
“Kita lihat sendiri seluruh prosesnya, mulai dari pengukusan, penggorengan hingga pengemasan dilakukan secara higienis dan sesuai standar. Jadi, isu-isu negatif seperti penggunaan bahan berbahaya itu tidak benar,” tegasnya.
Evita turut mengapresiasi perhatian Indofood terhadap kesejahteraan karyawan. Menurutnya, perusahaan ini tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memperhatikan aspek sosial melalui penyediaan fasilitas tambahan seperti transportasi antar-jemput, makan siang, dan program peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).
“Hal seperti ini penting menjadi contoh bagi industri lain agar kesejahteraan karyawan juga menjadi bagian dari keberlanjutan perusahaan,” ungkapnya.
Menutup kunjungan, Evita menyampaikan bahwa Komisi VII DPR RI akan terus melanjutkan kegiatan fact finding ke berbagai sektor industri nasional sebagai bahan merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
“Kalau kita ke sektor baja dan semen, tantangannya besar karena gempuran impor luar biasa. Indofood mungkin tidak mengalami hal itu, tapi semua temuan lapangan ini akan menjadi bahan diskusi kami dengan pemerintah agar industri nasional kembali bangkit,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Komisi VII DPR RI membentuk Panitia Kerja (Panja) Daya Saing Industri untuk melakukan kajian, evaluasi, dan peninjauan terhadap kondisi faktual industri nasional. Melalui Panja ini, DPR berharap dapat memperoleh gambaran komprehensif mengenai tantangan dan peluang industri, sekaligus memberikan masukan konkret bagi penyusunan kebijakan peningkatan daya saing nasional.















