Bandung, PR Politik – Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Barat (Jabar), Syaiful Huda, mengajak seluruh barisan kader dan fungsionaris pengurus di wilayahnya untuk senantiasa berkomitmen penuh mengeksekusi draf transformasi cara kerja organisasi secara radikal di masa depan.
“Ukuran keberhasilan kita adalah komitmen dan kesetiaan untuk berubah dan menciptakan tradisi baru atas hal yang kita hadapi,” tegas Syaiful Huda saat membuka agenda Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) PKB Jabar yang diorkestrasi di Kota Bandung.
Huda menegaskan bahwa DPW PKB Jabar kini tengah gencar memanaskan mesin partai di seluruh yurisdiksi bumi pasundan demi meraup draf dukungan basis massa secara optimal dan memenangkan kontestasi Pemilu. Guna merealisasikan target makro tersebut, PKB Jabar secara resmi mengadopsi draf gaya baru dalam menakhodai roda organisasi, mulai dari pembenahan tata kerja operasional hingga pembaruan aspek visual branding yang disajikan kepada publik.
Di bawah konjungtur perubahan zaman, Huda menilai kemampuan beradaptasi menjadi variabel penentu dalam mendongkrak kurva kinerja parpol. Hal ini dibuktikan lewat draf pelaksanaan Mukerwil yang sengaja diarsiteki secara hibrida guna menyuntikkan efisiensi siber pada tubuh partai.
“Pelaksanaan mukerwil ini sengaja kita gelar secara virtual sebagai cara kita beradaptasi. Adaptasi inilah yang akan menjadikan kita partai pemenang dalam Pemilu 2024 mendatang,” urainya membedah draf langkah taktis organisasi.
Menjelang konstelasi politik ke depan, PKB Jabar berkomitmen penuh menampilkan draf “wajah baru” yang merepresentasikan karakteristik tren kekinian yang adaptif terhadap dinamika generasi muda.
“Wajah baru tidak hanya menyangkut performa, namun juga tampilan yang akan di-branding kepada masyarakat,” jabar pria yang juga memegang amanah strategis sebagai Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) tersebut.
Di samping urusan kosmetik visual dan digital branding, Syaiful Huda menekankan bahwa platform “politik kehadiran” di lapangan bertindak sebagai harga mati yang tidak dapat ditawar oleh seluruh struktur kader di akar rumput. PKB diinstruksikan untuk konsisten membumi dan mengikis sekat horizontal dengan warga secara berkesinambungan.
“Politik kehadiran harus menjadi pilihan yang tidak bisa ditawar-tawar. PKB bukanlah partai politik lima tahunan, kapan pun dan di manapun PKB akan selalu hadir,” cetusnya melayangkan doktrin keras kepada jajarannya.
Guna memperkuat penetrasi sosial tersebut, Huda menginstruksikan seluruh kader dan pengurus PKB Jabar untuk bertindak sebagai kolaborator aktif yang lihai menjalin draf kemitraan strategis dengan berbagai lapisan masyarakat horizontal.
“Harus menjadi individu yang aktif berjejaring dengan seluruh komunitas dan kelompok masyarakat,” pintanya mengarahkan strategi perluasan konstituen.
Menutup draf orasi politiknya, Huda secara optimistis mematok target tinggi agar PKB Jabar mampu keluar sebagai parpol pemenang nomor satu di Jawa Barat. Target sapu bersih tersebut mencakup kemenangan mutlak pada tiga palagan utama, yakni Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Pemilihan Legislatif (Pileg), hingga Pemilihan Presiden (Pilpres) mendatang.
“Baik di pilkada (pemilihan kepala daerah), pileg (pemilihan legislatif), maupun pilpres (pemilihan presiden),” tandasnya mengunci draf rilis resminya.
sumber : PKB















