Semarang, PR Politik – Bidang Perempuan dan Keluarga (Bipeka) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah bergerak taktis mengamankan fondasi domestik dengan menggelar agenda Training for Trainer (TFT) Pemberdayaan Ekonomi Keluarga (PEK). Perhelatan berskala regional tersebut diorkestrasi secara formal di kantor DPTW PKS Jawa Tengah, Ahad (7/6).
Sirkuit pembekalan ini terpantau diserbu oleh barisan perempuan perwakilan divisi PEK dari tingkat Dewan Pengurus Daerah (DPD) yang mengakar di 35 kota dan kabupaten se-Jawa Tengah. Agenda TFT ini sengaja diterjunkan ke lapangan sebagai draf komitmen makro PKS dalam mempertebal daya tahan dan ketahanan keluarga, khususnya pada klaster sirkulasi keuangan harian.
Dalam draf arahan politiknya, Ketua DPW PKS Jawa Tengah, Hadi Santoso, melayangkan apresiasi tinggi sekaligus rasa bangga atas antusiasme para peserta yang memadati ruangan. Menurut analisis Hadi, sirkuit pembenahan ekonomi makro wajib ditembak dari unit terkecil masyarakat melalui dua formula taktis operasional.
“Kesimpulan kami hari ini ketika akan membicarakan pemberdayaan ekonomi, maka pendekatannya harus dimulai dari keluarga yakni dibagi ke dalam 2 pendekatan. Pertama meningkatkan pendapatan, kedua mengurangi pengeluaran, dan ini jagonya ibu-ibu,” ungkapnya di hadapan ratusan kader perempuan.
Ia mempertegas doktrin kelembagaan bahwa kader PKS tidak boleh diisolasi hanya untuk kokoh dan tampil prima di ranah sosiopolitik semata, melainkan wajib mandiri secara finansial. Lewat laboratorium TFT ini, jajaran emak-emak utusan daerah diproyeksikan mampu mendongkrak kurva pendapatan mandiri tanpa perlu mereduksi atau meninggalkan peran kodratinya selaku ibu rumah tangga di dalam rumah.
“Kami sangat berharap kita tidak hanya ada di ranah-ranah sosial, tetapi juga harus kokoh secara ekonomi. Maka kemudian di sini akan banyak mendapat ilmu, tidak meninggalkan perannya sebagai ibu, tapi juga bermanfaat untuk masyarakat dan fondasi ekonomi,” sambungnya membedah draf ketahanan ekonomi hibrida.
Lebih lanjut, ia menyinggung perihal draf daya tahan berjamaah dan berpartai yang wajib diasah secara berkala melalui instrumen peningkatan kemandirian ekonomi. Oleh karena itu, penetrasi para kader perempuan Bipeka lewat sayap PEK dinilai memegang peran geopolitik lokal yang sangat vital bagi masyarakat sekitar.
“Sitik mboko sitik, selangkah demi selangkah kita bisa mengasah kemandirian kita. Sebagai kader PKS kita harus tampil prima mengeluarkan energi positif ke masyarakat. Yang kita kedepankan adalah kebaikan, maka insyaAllah itu yang akan kita dapatkan,” cetusnya melayangkan draf pesan kebersamaan.
Sinyal penguatan tersebut diaminkan oleh Ketua Bipeka PKS Jawa Tengah, Titik Kristiana Anggraini. Ia memberikan penekanan bahwa struktur PEK bukan sekadar wadah kaku yang menampung kegiatan niaga skala kecil. Badan ini diarsiteki untuk bermutasi menjadi pusat inkubasi pemberdayaan yang lihai mengoneksikan draf potensi internal keluarga dengan kepungan peluang usaha eksternal, pengetatan keterampilan fungsional, hingga perluasan rantai pemasaran berbasis komunitas.
“Melalui PPEK ini semoga lahir keluarga yang lebih produktif, mandiri, dan lebih berdaya. Ketika keluarga berdaya secara ekonomi, maka dampaknya akan meluas kepada lingkungan sekitar,” tuturnya.
Bukan sekadar dijejali pembekalan materi teori di dalam kelas, ratusan peserta terpantau langsung meluncurkan draf etalase produk UMKM andalan dari masing-masing daerah pemilihan (Dapil) sebagai manuver promosi lokal. Langkah konkrit ini dibidik agar kader perempuan andal bertindak sebagai dinamo ekonomi, merangkul pelaku usaha mikro, sekaligus mengunci peran sebagai agen perubahan (agent of change) di yurisdiksi mereka masing-masing.
“Kegiatan TFT ini tidak hanya belajar tentang konsep dan teknik ekonomi keluarga, tapi juga mempersiapkan diri menjadi agen perubahan yang akan menularkan ilmu, semangat, dan keterampilan kepada anggota, yang nantinya bisa berperan dan berkontribusi di lingkungan sekitar daerah masing-masing,” pungkasnya mengunci draf rilis sosiopolitiknya.
sumber : PKS















