Tembus Pasar Gaya Hidup AS, Indonesia Showcase di Shoppe Object NYC Cetak Potensi Bisnis Puluhan Ribu Dolar

New York, PR Politik – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di New York bekerja sama dengan Bank Indonesia sukses menyelenggarakan Indonesia Showcase pada ajang pameran dagang business-to-business (B2B) bergengsi Shoppe Object New York City (SO NYC) Summer 2026 yang berlangsung di Starrett-Lehigh Building, New York, Selasa (4/8).

Pameran terkemuka di Amerika Utara untuk sektor dekorasi rumah dan produk gaya hidup premium ini menampilkan tiga jenama unggulan Indonesia yang telah lolos proses kurasi serta pendampingan pasar secara komprehensif selama enam bulan bersama konsultan kriya asal Amerika Serikat, Jennifer Isaacson. Ketiga jenama tersebut adalah Animorfosa (busana ramah lingkungan), Bale Rattan (dekorasi serat alam dan rotan), serta Mendong Java Woven (aksesori dan dekorasi berbasis rumput mendong).

Selama tiga hari perhelatan pada 2–4 Agustus 2026, Indonesia Showcase mencatatkan kinerja positif dengan memikat lebih dari 1.000 pengunjung serta berhasil menggelar penjajakan bisnis (business matching) dengan lebih dari 80 calon pembeli potensial. Para calon pembeli tersebut mencakup peritel khusus, toko museum, desainer interior, perusahaan pengadaan perhotelan, agen pencari produk (sourcing agent), hingga distributor regional dari AS dan mancanegara.

Rangkaian pameran ini membukukan transaksi langsung senilai kurang lebih USD 10.000, di samping estimasi potensi bisnis lanjutan sebesar USD 30.000 yang saat ini tengah ditindaklanjuti secara intensif melalui permintaan penawaran harga (quotation), pengiriman sampel produk, hingga negosiasi komersial.

Kehadiran Indonesia Showcase turut mempertegas peran strategis Indonesia dalam rantai nilai kreatif global melalui kolaborasi bersama sejumlah jenama internasional, seperti Kasih Co-op (California), Kayu & Co. (Sydney), Momiji (Singapura), dan Satomi Studio (California).

Para pelaku usaha yang berpartisipasi menyampaikan kesan positif atas sambutan pasar AS yang cukup hangat. Pendiri Animorfosa, Anim, menggarisbawahi filosofi zero-waste dan keotentikan kain buatan tangan Indonesia yang menjadi daya tarik utama. Sejalan dengan hal tersebut, Pendiri Bale Rattan, Awan, mengemukakan pentingnya ajang ini bagi ekspansi kriya nasional.

Baca Juga:  Jelang HDI, DWP Kemensos Kunjungi Solo: Dorong Inklusivitas dan Pemberdayaan Disabilitas Melalui Seni Batik

“Keikutsertaan dalam Shoppe Object menjadi kesempatan penting untuk berinteraksi langsung dengan pasar AS. Sambutan positif terhadap produk rotan ramah lingkungan kami memperkuat keyakinan bahwa kriya Indonesia memenuhi standar internasional dan berpotensi besar tumbuh secara global,” ujarnya.

Sementara itu, Manajer Pemasaran Internasional Mendong Java Woven, Nevi, menambahkan bahwa konsistensi menghadiri pameran di New York sangat krusial untuk membaca dan memahami pergeseran tren desain internasional secara real-time.

Di samping torehan komersial, pameran ini dihadiri oleh sejumlah tokoh dan mitra strategis, antara lain Penasihat Pendiri SME Center Universitas Indonesia, Dr. Ir. Nining Indroyono Soesilo, M.A.; jajaran manajer produk dari The Metropolitan Museum of Art (The Met), Mahin Kooros dan Trish Martinez; serta Pendiri sekaligus Direktur Pameran Shoppe Object, Jesse James dan Renata Bokalo. Kehadiran para pemangku kepentingan kelas dunia tersebut membuka peluang kolaborasi khusus di segmen retail museum.

KJRI New York berkomitmen untuk terus mengawal tindak lanjut pasca-pameran, memberikan pembinaan berkesinambungan, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok terpercaya untuk produk-produk kerajinan tangan premium di pasar Amerika Serikat.

sumber : Kemlu

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Opini