Jakarta, PR Politik – Bidang Relawan dan Saksi Nasional (BRSN) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mulai mengoptimalkan penggunaan Aplikasi JOIN PKS sebagai instrumen utama dalam akselerasi rekrutmen relawan. Langkah digitalisasi ini merupakan kelanjutan setelah aplikasi tersebut resmi diluncurkan oleh Presiden PKS, Almuzzammil Yusuf, pada 23 Mei 2026 lalu dalam kegiatan Training for Trainer (TFT) Training Orientasi Partai (TOP) di Aula Utama Kantor DPTP PKS, Jakarta.
Penguatan strategi ini dimatangkan melalui Rapat Koordinasi BRSN bersama Bidang/Badan Support Agency Program Unggulan (Progul) JOIN PKS yang digelar di Ruang 4.1 MD Building, Jakarta, Kamis (9/7). Pertemuan tersebut fokus membedah peta jalan sosialisasi, penguatan infrastruktur digital, serta percepatan rekrutmen berbasis ekosistem daring.
Ketua BRSN DPP PKS, Bachtiar Firdaus, menyampaikan bahwa Training Orientasi Partai (TOP) telah disepakati oleh pimpinan partai sebagai pintu gerbang utama bagi masyarakat yang ingin mandat menjadi relawan.
“Bagian program TOP akan disinergikan dengan Fraksi PKS DPR RI, Bidang Pembinaan, serta kepala-kepala daerah. Tujuannya untuk mengejar target 340.000 relawan baru pada tahun ini,” ujarnya.
Ia menguraikan, setiap relawan yang masuk via jalur TOP akan dibekali materi dasar mengenai nilai-nilai kepartaian serta manajemen kerelawanan sebelum diterjunkan langsung dalam program pengabdian masyarakat.
Guna menyokong target masif tersebut, aplikasi JOIN PKS telah dikoneksikan secara mutakhir dengan SIM Relasi PKS. Platform terpadu ini ditopang oleh tiga pilar fungsi utama, yakni pendataan, verifikasi faktual, serta pemberdayaan dan monitoring relawan secara berkala.
Ia menambahkan, aplikasi ini didesain tidak sekadar menjadi bank data pasif, melainkan mesin pertumbuhan relawan secara organik melalui adopsi teknologi mutakhir dan pemberian stimulus apresiasi.
Sistem kepesertaan ini dilengkapi dengan fitur tautan afiliasi (affiliate link) untuk melacak rekam jejak rekrutmen secara real-time, serta penyediaan reward atau doorprize menarik bagi relawan yang aktif mengajak anggota baru bergabung ke dalam barisan.
Di samping mematangkan infrastruktur digital, BRSN juga menginisiasi wadah koordinasi terpadu bernama Sahabat PKS sebagai strategi jangka panjang menyongsong kontestasi Pemilu 2029.
Ia menggarisbawahi bahwa pembentukan Sahabat PKS tidak akan menggerus atau menghapus entitas serta identitas relawan yang telah eksis di berbagai organisasi sayap partai (Orsap), bidang internal, maupun komunitas lokal.
“Fungsi Sahabat PKS adalah sebagai koordinator dan payung bersama untuk memperkuat sinergi gerakan relawan menuju 2029, bukan mengambil alih program maupun operasional komunitas yang sudah berjalan,” jelasnya meluruskan.
Sebagai langkah penguatan kapasitas makro di daerah, PKS tengah mematangkan kurikulum Sekolah Manajemen Relawan dan Sekolah Kampanye Digital. Melalui integrasi teknologi JOIN PKS dan kurikulum modern ini, BRSN optimistis struktur PKS di tingkat wilayah mampu mengelola jaringan relawan secara mandiri, profesional, dan solid guna menghadapi agenda politik masa depan.
sumber : PKS















