Siak, PR Politik – Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Lita Machfud Arifin, menegaskan bahwa berbagai situs bersejarah di Kabupaten Siak, Riau, membutuhkan penanganan serta pengawalan yang serius demi menjaga kelestariannya.
“Salah satu situs yang perlu mendapat perhatian adalah Tangsi Belanda. Situs itu sekarang tidak dapat dimanfaatkan secara optimal, padahal sebelumnya siswa memanfaatkan kawasan tersebut sebagai lokasi pembelajaran sejarah. Sekarang tidak lagi dapat berkunjung karena kondisi bangunan dinilai tidak aman,” ungkapnya saat melakukan Kunjungan Kerja Reses Komisi X DPR RI sewaktu meninjau langsung kompleks Tangsi Belanda dan Istana Siak, Rabu (22/7).
Legislator NasDem asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur I ini menuturkan, berdasarkan aspirasi para guru yang ditemuinya di lokasi, kawasan cagar budaya tersebut saban tahun menjadi sarana edukasi sejarah luar ruangan bagi para siswa. Sayangnya, antusiasme belajar peserta didik kini harus terhenti akibat penurunan keandalan struktur bangunan yang butuh pembenahan mendesak.
Ia menggarisbawahi bahwa program preservasi cagar budaya tidak boleh disempitkan sebatas pemeliharaan fisik bangunan tua belaka. Lebih dari itu, merawat peninggalan masa lalu pada hakikatnya adalah menjaga ingatan kolektif dan fondasi jati diri bangsa.
“Pelestarian situs sejarah jangan hanya dipandang sebatas merawat bangunan tua, padahal menjaga bangunan tua itu justru merawat identitas bangsa. Kenapa begitu, karena yang namanya arsip, bangunan atau benda bersejarah dan berbagai peninggalan masa lalu merupakan jati diri bangsa yang akan diwariskan kepada generasi berikutnya,” paparnya mendalam.
Dalam kunjungan tersebut, ia juga mengingatkan bahwa rekam jejak perjalanan sejarah tidak akan pernah bisa direplikasi atau diulang kembali jika sudah telanjur rusak.
“Ketika jejak sejarah itu tidak ada, maka sejatinya jati diri bangsa ikut sirna bersamanya,” tukasnya.
Menutup peninjauannya, ia menekankan bahwa tanggung jawab perlindungan dan perawatan benda serta bangunan bersejarah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata.
Kesadaran untuk menjaga warisan leluhur wajib ditumbuhkan oleh seluruh lapisan masyarakat sebagai bagian dari kewajiban moral anak bangsa dalam merawat sejarah negerinya.
Ia berharap adanya sinergi cepat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat sekitar agar kawasan Tangsi Belanda dapat segera direvitalisasi secara aman sehingga kembali menjadi ruang edukasi publik yang bermanfaat.
sumber : Fraksi Nasdem















