Jakarta, PR Politik – Ketua Kelompok Komisi (Kapoksi) Partai NasDem di Komisi X DPR RI, Ratih Megasari Singkarru, menegaskan bahwa substansi pembahasan Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) wajib menyentuh dan menjawab akar persoalan nyata di lapangan. Target utamanya adalah meruntuhkan tembok pembatas akses pendidikan yang selama ini mengisolasi masyarakat di kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Menurutnya, potret buram sektor pendidikan nasional masih jamak diwarnai oleh keterbatasan infrastruktur fisik yang dihadapi para pelajar di daerah. Kondisi kritis ini dituntut menjadi fokus utama dalam penyusunan draf RUU Sisdiknas agar payung hukum yang dilahirkan kelak benar-benar berorientasi pada pemerataan hak belajar warga negara.
“Banyak dari kita di tempat saya, Kak Eva dan Bu Nilam, kami sama-sama dari Sulawesi, ini Sulsel, ini Sulteng, banyak yang masih harus menempuh, gak punya jembatan. Mereka harus nyebrang sungai, dan kalau sungainya udah hujan deras, banjir segala macam, mereka stuck di situ, gak bisa harus nunggu surut dan lain sebagainya. Jadi hal-hal seperti ini yang mungkin juga menjadi salah satu terima kasih sekali lagi sudah mengingatkan kami terkait akses yang memang ini juga rohnya ini juga harus tersampaikan di RUU Sisdiknas ini,” urai Ratih dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi X DPR RI bersama Ikatan Mahasiswa Magister Hukum UI dan Koalisi Nasional Pemuda Mahasiswa Indonesia di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (6/7).
Legislator asal Sulawesi Barat (Sulbar) ini mengaku sangat tersentuh atas berbagai draf masukan dan argumentasi kritis yang dilayangkan kelompok mahasiswa dalam forum diskusi tersebut. Baginya, vokal lantang kaum akademisi muda ini menjadi tambahan energi bagi para wakil rakyat asal Pulau Sulawesi dan daerah 3T lainnya yang konsisten bertarung demi keadilan anggaran pendidikan.
“Saya Ratih dari Dapil Sulbar. Sebelah saya juga dari Dapil Sulawesi. Singkat cerita, di ruangan ini banyak yang menjadi wakil dari daerah-daerah 3T. Jadi tadi pada saat teman-teman sangat bersuara lantang, layaknya kami yang selalu juga menyuarakan daerah kami untuk diperjuangkan terkait pendidikan, itu sangat menyentuh kami tentunya, karena kami berasa, wah kita seperti punya tambahan anggota dewan lain di ruangan ini, melalui teman-teman semua,” ungkap Politisi Partai NasDem tersebut.
Menutup intervensinya, Anggota Komisi X DPR RI ini memberikan jaminan bahwa seluruh draf tuntutan, kajian hukum, dan poin-poin krusial yang diserahkan oleh gabungan aliansi mahasiswa tidak akan berakhir sebagai dokumen formalitas di atas meja komisi.
Ratih menginstruksikan agar forum-forum parlemen ke depan dialokasikan lebih besar untuk menyerap perspektif dari generasi muda dan mahasiswa, mengingat mereka merupakan aktor aktif yang sedang menjalani proses serta merasakan langsung dampak dari dinamika sistem pendidikan nasional saat ini.
“Insya Allah kami pastikan bahwa sekali lagi ini bukan hanya aspirasi yang hanya parkir di sini, tapi mudah-mudahan insya Allah sangat maksimalkan untuk kita bisa tuangkan di RUU Sisdiknas nanti. Jadi usul saya mungkin kita lebih banyak mendengar aspirasi dari mahasiswa, anak-anak muda, yang dimana mereka lah yang saat ini sedang melaksanakan dunia pendidikan gitu ya,” pungkasnya mengakhiri arahan.
sumber : Fraksi Nasdem















