Jakarta, PR Politik – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI), Sjafrie Sjamsoeddin, menerima kunjungan resmi dari Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Negara Urusan Pertahanan Negara Qatar, Yang Mulia Sheikh Saoud bin Abdulrahman bin Hassan bin Ali Al Thani, beserta delegasi militer tingkat tinggi. Pertemuan bilateral ini diorkestrasi secara formal di Kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta, Selasa (2/6).
Kunjungan diplomatik ini merupakan draf lawatan balasan atas kunjungan kerja Menhan RI ke Doha, Qatar, pada April 2025 silam. Pertemuan ini dinilai menjadi momentum krusial dalam mempertebal komitmen serta memperluas grafik kerja sama pertahanan di antara kedua negara yurisdiksi.
Dalam konferensi tersebut, ia melayangkan draf apresiasi setinggi-tingginya atas hubungan bilateral harmonis yang selama ini telah mengakar kuat antara Indonesia dan Qatar. Kedua belah pihak membedah berbagai draf peluang kerja sama pertahanan taktis, yang mencakup klaster pendidikan dan pelatihan militer, pelaksanaan latihan bersama (joint exercise), pertukaran personel perwira, pengembangan kapasitas modal insani pertahanan, hingga ekspansi kerja sama industri pertahanan hulu-hilir.
Sebagai bagian dari agenda inti kunjungan, otoritas pertahanan Indonesia dan Qatar resmi menandatangani dokumen Statement of Intent Kerja Sama Pertahanan RI–Qatar. Dokumen strategis ini bertindak sebagai langkah transisi taktis menuju penyusunan draf Defence Cooperation Agreement (DCA) atau Perjanjian Kerja Sama Pertahanan formal antara kedua negara di masa mendatang.
Kesepakatan bilateral tersebut diproyeksikan menjadi landasan hukum utama bagi penguatan kolaborasi, khususnya di bidang industri pertahanan matra darat serta pengetatan sistem keamanan siber (cyber security).
Dalam pernyataan bersama, ia menegaskan bahwa arsitektur kerja sama pertahanan Indonesia dan Qatar bakal terus dipacu perkembangannya dengan bersandar pada prinsip saling menghormati kedaulatan serta saling menguntungkan.
Ia menyampaikan keyakinannya bahwa peningkatan kerja sama di bidang pelatihan, pendidikan, serta industri pertahanan akan memperkuat kapasitas pertahanan kedua negara dan memberikan manfaat nyata bagi kepentingan bersama di masa mendatang.
Gayung bersambut, Yang Mulia Sheikh Saoud bin Abdulrahman bin Hassan bin Ali Al Thani menilai bahwa rajutan hubungan antara Jakarta dan Doha mengantongi draf nilai yang sangat strategis, terkhusus pada sektor pertahanan militer. Otoritas Qatar memandang posisi Indonesia sebagai mitra penting (strategic partner) dalam pengembangan kerja sama pelatihan taktis, simulasi latihan militer, maupun industrialisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Memanfaatkan momentum sakral tersebut, ia atas nama Pemerintah Republik Indonesia turut menganugerahkan penghargaan prestisius Medali Penghargaan Dharma Pertahanan kepada Yang Mulia Sheikh Saoud bin Abdulrahman bin Hassan bin Ali Al Thani.
Penyematan bintang penghargaan ini bertindak sebagai draf apresiasi tertinggi atas kontribusi nyata, loyalitas, serta komitmen personal Menhan Qatar dalam memperkuat tali persahabatan serta memperkokoh kerja sama pertahanan bilateral RI–Qatar.
Melalui ketukan hasil penandatanganan kesepakatan ini, kunjungan kerja delegasi Qatar diharapkan mampu membawa hubungan pertahanan kedua negara melompat ke tingkat yang lebih maju, konkret, transparan, serta menyuntikkan draf manfaat strategis yang berkesinambungan bagi stabilitas kawasan Asia Tenggara dan Timur Tengah.
sumber : Kemhan RI















