Jakarta, PR Politik – Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Wamenhan RI), Donny Ermawan Taufanto, menerima audiensi resmi dari Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI), Dr. Muhammad Taufiq, DEA., yang hadir bersama jajaran Indonesia Precision Policy Alliance (IPPA) serta Pijar Foundation. Pertemuan strategis tersebut dihentak di Ruang Tamu Wamenhan, Jakarta, Jumat (19/6).
Sirkuit dialog hibrida ini difokuskan untuk membedah peluang sinergi makro dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul melalui optimalisasi teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Langkah ini diakselerasi guna mendukung terwujudnya struktur tata kelola pemerintahan yang adaptif, inovatif, serta berorientasi ketat pada tantangan masa depan.
Dalam pemaparannya, Kepala LAN RI menguraikan draf transformasi pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah dieksekusi melalui kemitraan taktis bersama Pijar Foundation. Lewat suntikan platform pembelajaran digital, korps ASN kini mengantongi akses terbuka terhadap berbagai modul krusial terkait keterampilan masa depan (future skills), cetak biru transformasi digital, kepemimpinan modern, hingga pemanfaatan praktis teknologi AI. Inisiatif siber ini diproyeksikan andal memperkuat kapasitas aparatur agar semakin lincah menundukkan disrupsi teknologi serta kepungan tantangan global.
Merespons paparan komprehensif tersebut, ia melayangkan apresiasi tinggi dan menyambut positif rajutan sinergi dalam menyokong pembangunan SDM pertahanan maupun sipil yang unggul. Langkah penguatan leher ke atas ini diklaim selaras dengan visi makro dan komando langsung Presiden Republik Indonesia untuk mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas prima.
Pemerintah menargetkan, melalui implementasi Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD), sirkuit kaderisasi nasional mampu menelurkan embrio calon pemimpin masa depan yang berkarakter kuat, adaptif, inovatif, serta memiliki daya saing tinggi untuk berkompetisi dan menyuplai kontribusi optimal di panggung internasional.
Menurut analisisnya, jalinan kolaborasi antara otoritas pemerintah, lembaga pendidikan tinggi, serta berbagai pemangku kepentingan (stakeholders) bertindak sebagai langkah geopolitik yang strategis. Sinergi ini diperlukan untuk menyiapkan postur SDM Indonesia yang tidak hanya unggul dalam penguasaan kompetensi teknis siber, melainkan juga menggenggam integritas moral yang bersih dan semangat pengabdian total bagi kelangsungan bangsa dan negara (Best Hearts & Best Minds).
Menutup laporannya, kerja sama hibrida lintas lembaga ini diproyeksikan sukses memotong sekat hambatan birokrasi kaku yang selama ini memperlambat mutu diklat aparatur di lapangan. Komitmen pengembangan kapasitas yang transparan dan akuntabel ini disiapkan menjadi peluru kendali utama untuk mengamankan tingkat kepercayaan (public trust) masyarakat terhadap postur birokrasi nasional yang bersih, modern, dan disegani di kancah global.
sumber : Kemhan RI















