Refleksi 25 Tahun Partai Demokrat, AHY Tegaskan Komitmen Selalu Dekat Rakyat dan Jaga Tiga Agenda Besar

Jakarta, PR Politik – Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menginstruksikan seluruh kader Partai Demokrat untuk senantiasa mendengar dan berada di tengah-tengah rakyat. Menurutnya, konsistensi menjaga kedekatan dengan masyarakat merupakan fondasi utama agar partai tetap relevan melintasi dinamika zaman.

Pesan mendasar tersebut ia tegaskan saat membuka Sarasehan 25 Tahun Partai Demokrat yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Strategis (BRAINS) Partai Demokrat di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Selasa (1/9).

Ia memaparkan bahwa selama seperempat abad kiprahnya, Partai Demokrat telah melewati berbagai fase politik, baik sebagai partai pemerintah maupun saat berada di luar pemerintahan. Rekam jejak tersebut menjadi pelajaran berharga untuk terus bertransformasi tanpa menanggalkan identitas perjuangan partai.

“Yang jelas, di tengah-tengah perubahan dunia, perubahan politik Indonesia, ada satu hal yang tidak berubah, yaitu Demokrat harus selalu dekat dan bersama dengan rakyat. Ini yang menjadi kekuatan perjuangan kita,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa keterikatan dengan rakyat merupakan sumber legitimasi moral partai. Tanpa hal itu, partai akan kehilangan tajinya dalam mengawal isu-isu publik.

“Ketika kita meninggalkan rakyat, saat itu pula, kita tidak lagi punya relevansi, kita tidak lagi punya kekuatan secara moral untuk bisa berbicara dan memperjuangkan isu apapun,” katanya.

“Demokrat harus terus mendengar. Sebelum berbicara, kami harus terus mendengar,” tegasnya seraya menambahkan bahwa suara warga di tingkat bawah menjadi rujukan paling berdasar dalam mengambil arah kebijakan.

Dalam kesempatan tersebut, ia menguraikan tiga pilar agenda besar yang menjadi kompas perjuangan Partai Demokrat, yakni memajukan ekonomi, menegakkan keadilan sosial-hukum, serta merawat demokrasi yang sehat.

Pada sektor ekonomi, Demokrat mendorong pertumbuhan yang sejalan dengan pemerataan, perluasan lapangan kerja, pengetasan kemiskinan, serta peningkatan daya beli. Di bidang keadilan, partai berkomitmen memastikan kesetaraan hak hukum dan kesempatan akses pendidikan serta kesehatan. Sementara pada aspek demokrasi, ia menekankan pentingnya kebebasan yang bertanggung jawab sesuai etika dan konstitusi.

Baca Juga:  FKN MPW-MPP PKS 2026: Petakan Karakteristik Wilayah dan Jadikan Sumbar-Jabar Role Model Tata Kelola Pembangunan

Ia turut mewanti-wanti kader atas ancaman kerusakan demokrasi di era digital, seperti praktik politik uang, politisasi identitas, hingga erosi kebangsaan akibat hoaks dan fitnah.

“Jadi ketika kita melakukan kontemplasi dan refleksi semacam ini, saya rasa menjadi sangat tepat ketika kita menghadirkan tokoh-tokoh yang bisa memberikan masukan. Kami tidak ingin atau tidak meminta untuk dipuji karena banyak sekali hal yang masih terus harus kita perbaiki dan benahi,” ujarnya.

Forum sarasehan yang dimoderatori oleh Kepala BRAINS Partai Demokrat, Ahmad Khoirul Umam, Ph.D., ini menjadi momentum kontemplasi terbuka demi memantapkan langkah strategis Partai Demokrat dalam mengawal pembangunan nasional 25 tahun ke depan.

sumber : Partai Demokrat

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Opini