Redam Eskalasi Timur Tengah, Indonesia-Qatar Sepakat Pacu Kerja Sama Strategis Global South

Jakarta, PR Politik – Konsultasi Politik Pertama antara Pemerintah Republik Indonesia dan Negara Qatar resmi diselenggarakan secara tatap muka di Jakarta, Selasa (16/6). Pertemuan bilateral tingkat tinggi ini dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Y.M. Muhammad Anis Matta, bersama Menteri Negara Urusan Luar Negeri Negara Qatar, Y.M. Sultan bin Saad bin Sultan Al Muraikhi.

Pertemuan perdana ini diklaim menjadi tonggak sejarah baru dalam memperkuat rajutan hubungan persahabatan serta kemitraan strategis Indonesia-Qatar. Selain itu, forum ini diarsiteki untuk membangun kerangka kerja sama diplomasi yang jauh lebih terstruktur guna membedah berbagai isu bilateral, regional, hingga dinamika global yang menjadi kepentingan bersama kedua yurisdiksi.

Salah satu hasil utama yang berhasil dikunci dalam sirkuit negosiasi ini adalah kesepakatan mutlak untuk menghentak agenda Strategic Dialogue (Dialog Strategis) pada tingkat Menteri Luar Negeri dalam sirkuit tahun berjalan. Forum lanjutan tersebut nantinya bakal difokuskan penuh pada akselerasi kerja sama bilateral di klaster politik, pertahanan dan keamanan, ekspansi ekonomi, hingga penguatan sektor sosial budaya.

Dalam jalannya persidangan, kedua delegasi negara sepakat untuk mengambil langkah proaktif guna mempercepat draf penyelesaian sejumlah nota kesepahaman (MoU) yang saat ini masih tertahan dalam proses birokrasi teknis.

Barisan draf kerja sama yang siap dikebut dalam waktu dekat tersebut meliputi:

  • Penguatan sirkuit pertukaran kebudayaan antarbangsa.

  • Kolaborasi hibrida di bidang pendidikan tinggi, ilmu pengetahuan, dan teknologi.

  • Penataan regulasi dan perlindungan ketenagakerjaan.

  • Kerja sama taktis dalam penanggulangan sel terorisme lintas negara.

Di sudut lain, Jakarta dan Doha juga menegaskan komitmen geopolitiknya untuk mempertebal koordinasi di berbagai forum regional maupun multilateral. Langkah ini diwujudkan melalui komitmen saling dukung (mutual endorsement) terkait pencalonan masing-masing negara dalam berbagai organisasi internasional, serta pengetatan barisan dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, ketahanan pangan, dan transisi energi bersih di bawah payung kerja sama Global South.

Baca Juga:  Kemenhub dan Kemenpar Sepakat Perkuat Akses Transportasi, Dorong Pembukaan Rute Penerbangan Internasional Baru

Secara khusus, kedua belah pihak saling bertukar pandangan mengenai peta perkembangan politik di lingkungan ASEAN dan Gulf Cooperation Council (GCC). Menanggapi letupan eskalasi militer terkini di kawasan Timur Tengah, Indonesia dan Qatar mengunci kesamaan pandangan mengenai krusialnya langkah de-eskalasi konflik bersenjata, kepatuhan total terhadap hukum internasional, penghormatan kedaulatan negara, serta penyelesaian sengketa wilayah via jalur dialog dan diplomasi meja bundar.

Terkait sengkarut isu Palestina, kedua negara memanfaatkan momentum Konsultasi Politik ini untuk menegaskan kembali posisi teguh mereka dalam mendukung penuh perjuangan kemerdekaan bangsa dan rakyat Palestina.

Kedua pihak melayangkan seruan keras untuk segera mewujudkan gencatan senjata permanen di jalur Gaza, membuka keran akses pasokan bantuan kemanusiaan tanpa hambatan birokrasi, serta mendesak dimulainya kembali proses politik damai. Langkah tersebut diarahkan demi melahirkan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat penuh berdasarkan prinsip Solusi Dua Negara (Two-State Solution), selaras dengan koridor hukum internasional dan rentetan resolusi Dewan Keamanan PBB.

sumber : Kemlu RI