San Francisco, PR Politik – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) San Francisco bersama diaspora yang tergabung dalam Komunitas Cinta Berkain Indonesia (KCBI) menyemarakkan perayaan Asian American and Pacific Islander (AAPI) Heritage Month ke-22. Dalam ajang internasional tersebut, Indonesia memamerkan kekayaan busana tradisional dan kain Nusantara sebagai simbol identitas budaya dan warisan filosofis lintas generasi.
Berbagai busana adat ditampilkan secara memukau, mulai dari kemben pengantin Solo, busana Tari Merak khas Sunda, songket Tingkuluak Sunayang dan Padang, hingga busana adat Kalimantan Tengah. Kehadiran wastra Indonesia ini menjadi sarana diplomasi budaya yang efektif di wilayah Pantai Barat Amerika Serikat.
Wali Kota San Francisco, Lurie, dalam sambutannya menekankan bahwa komunitas AAPI merupakan elemen krusial yang membentuk sejarah dan masa depan kota. Ia menilai seni dan budaya adalah instrumen utama dalam mempererat hubungan internasional.
“Komunitas AAPI merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah, identitas, dan masa depan San Francisco. Komunitas AAPI berkontribusi dalam memperkaya kehidupan kota melalui budaya, usaha kecil menengah, tradisi lintas generasi, serta berbagai institusi komunitas. Selain itu, seni dan budaya merupakan jembatan yang mempererat hubungan global San Francisco dengan Asia dan dunia,” ungkapnya.
Konsul Jenderal RI di San Francisco, Yohpy Wardana, menyampaikan bahwa partisipasi Indonesia dalam AAPI Cultural Procession mencerminkan nilai inklusivitas dan toleransi yang dijunjung tinggi oleh masyarakat internasional. Keberagaman budaya Indonesia dipandang sebagai kekuatan untuk membangun jembatan persahabatan antarbangsa.
“Keberagaman budaya Indonesia merupakan kekuatan yang dapat menjadi jembatan persahabatan antarbangsa. Melalui partisipasi dalam AAPI Cultural Procession ini, Indonesia ingin memperkenalkan nilai kebersamaan, toleransi, serta kekayaan tradisi Nusantara kepada masyarakat internasional,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan gala reception yang berfungsi sebagai ajang jejaring antara perwakilan diplomatik, pemerintah kota, serta komunitas budaya global. Kegiatan ini mempertegas peran masyarakat Indonesia dalam dinamika kota San Francisco yang dikenal multikultural dan terbuka.
Keikutsertaan aktif KJRI San Francisco dalam perayaan tahunan ini membuktikan bahwa pengaruh imigran dan keberagaman etnisitas tetap menjadi fondasi utama atau “bed rock” bagi kemajuan kota yang ikonik dengan jembatan Golden Gate tersebut. Diplomasi ini diharapkan mampu mempererat people-to-people contact antara warga Indonesia dan komunitas dunia di Amerika Serikat.
sumber : Kemlu RI















