Presiden Prabowo Kumpulkan 150 Periset BRIN di Istana, Tegaskan Sains dan Teknologi Kunci Menuju Indonesia Emas 2045

Jakarta, PR Politik – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan bersejarah bersama lebih dari 150 periset dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/8). Perhelatan ini menjadi momentum perdana bagi para peneliti dari berbagai penjuru Tanah Air untuk berdiskusi langsung sekaligus memamerkan deretan hasil riset dan inovasi unggulan di hadapan Kepala Negara.

“Yang terhormat Bapak Presiden, dengan hormat dilaporkan pada hari ini Kamis (6/8) telah hadir di Istana Merdeka untuk pertama kalinya lebih dari 150 periset berasal dari seluruh Indonesia. Kemudian pula untuk pertama kalinya juga dengan membawa dan memamerkan hasil-hasil riset dan inovasi strategis yang dibuat langsung oleh para periset untuk diperlihatkan langsung kepada Bapak Presiden,” ucap Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, dalam pengantarnya.

Dalam laporannya, Kepala BRIN Arif Satria menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian Presiden Prabowo terhadap ekosistem sains nasional. Menurutnya, pemanggilan langsung para peneliti ke Istana memberikan suntikan moral yang besar untuk terus melahirkan karya-karya inovatif.

“Selain itu, kegiatan ini mencerminkan komitmen kuat Bapak Presiden bahwa riset dan inovasi merupakan fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.

Presiden Prabowo menjelaskan bahwa agenda pertemuan ini digagas untuk menyaksikan dan meninjau secara nyata berbagai capaian inovasi teknologi yang dikembangkan oleh BRIN. Kepala Negara memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi para periset nasional dan menyampaikan rencananya untuk melakukan kunjungan balasan ke pusat-pusat riset.

“Terima kasih saudara datang ke Istana, dan saya berharap mungkin saya juga bisa datang menengok kampus-kampus saudara. Saya pernah datang pada saat dulu kampus LIPI kalau tidak salah ya, di Cibinong kalau tidak salah ya, dan di beberapa tempat,” ucapnya.

Baca Juga:  Kementerian PU Gelar Doa Bersama untuk Negeri, Maknai HUT Ke-80 Kemerdekaan RI

Dalam pengarahannya, ia menggarisbawahi bahwa penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) merupakan kunci mutlak yang menentukan akselerasi kemajuan sebuah bangsa di kancah global.

“Kuncinya adalah sains dan teknologi. Ini adalah fakta dan kenyataan, dari penguasaan sains dan teknologi tentunya masalah pendidikan itu adalah fondasi, landasan yang paling, paling kritikal, paling kritis,” lanjutnya.

Pertemuan strategis ini menegaskan komitmen pemerintah untuk menempatkan riset dan inovasi sebagai pilar utama pembangunan nasional. Lewat sinergi yang makin solid antara pemerintah dan komunitas ilmiah, berbagai hasil riset karya anak bangsa diharapkan dapat segera dihilirisasi, diserap oleh industri, serta memberikan manfaat langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.

sumber : Kemensetneg RI

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Opini