Manggarai, PR Politik – Di tengah kondisi pascagempa yang masih dirasakan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT), warga di sejumlah wilayah terdampak mulai menerima dukungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, Tim ESDM Siaga Bencana hadir melalui posko yang menjadi titik pendataan sekaligus penyaluran bantuan bagi masyarakat. Dari lokasi tersebut, kebutuhan warga dihimpun untuk memastikan bantuan yang diberikan dapat menyesuaikan kondisi lapangan, mulai dari kebutuhan pokok, makanan, kebutuhan ibu dan anak, hingga obat-obatan.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus memperkuat dukungan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di NTT. Ketua Tim ESDM Siaga Bencana, Rudy Sufahriadi, meninjau Posko ESDM Siaga Bencana di Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, Minggu (23/8), sekaligus menyerahkan bantuan secara langsung kepada masyarakat.
Guna mendukung percepatan penanganan pascabencana, Kementerian ESDM telah mendirikan tiga Posko ESDM Siaga Bencana di kawasan NTT, yaitu di Kecamatan Lamba Leda (Kabupaten Manggarai Timur), Kecamatan Reo/Reok (Kabupaten Manggarai), serta Kecamatan Aesesa (Kabupaten Nagekeo).
Dalam kunjungannya ke Posko Reo, ia bersama tim berdialog langsung dengan warga serta mencatat kebutuhan mendesak yang masih diperlukan di tingkat tapak. Bantuan yang dihimpun posko tersebut selanjutnya disalurkan secara berkala kepada masyarakat di desa-desa dan dusun terdekat.
Sekretaris Desa Watu Tango, Adrianus, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian dan dukungan yang dialirkan bagi warga terdampak. Bantuan tersebut dinilai sangat berarti dalam memenuhi kebutuhan pokok sekaligus memulihkan kondisi psikologis warga.
“Kami juga sangat berterima kasih sekali bahwa berbagai banyak bantuan yang datang, ini khusus pada hari ini bahwa dari Kementerian ESDM, kami sangat berterima kasih, semoga kita semua diberkati Tuhan, dengan lapang dada dan penuh semangat,” lanjutnya.
Dalam mendistribusikan logistik, Tim ESDM Siaga Bencana mencermati kondisi geografis daerah bencana. Rudy menjelaskan bahwa penanganan gempa di NTT memiliki tantangan tersendiri mengingat persebaran titik terdampak tidak terkonsentrasi di satu wilayah saja.
“Bencana ini kan parsial, maksudnya tempatnya banyak, kecil-kecil, enggak di satu tempat. Jadi memang harus kita memperhatikan pertama, karena lokasinya jauh-jauh, tempatnya banyak, sehingga yang jauh itu pasti harus lebih sabar daripada yang lainnya,” ujarnya.
Selain menyalurkan pasokan logistik tahap awal, Tim ESDM Siaga Bencana terus melakukan pemetaan mendalam guna mengidentifikasi kebutuhan sekunder warga, seperti tenda pengungsian tambahan serta selimut bayi.
Ia menegaskan komitmen penuh Kementerian ESDM untuk terus mengawal warga selama masa tanggap darurat berlangsung hingga seluruh kebutuhan mendasar terpenuhi.
“Saya segera ke sini menyampaikan kepada masyarakat, masyarakat perlu apa yang bisa kita bantu, akan segera dibantu oleh Bapak Menteri. Ya, kita mendata ke sini, dengan membawa barang-barang yang ada, nanti kekurangan apa Pak Menteri akan membantu,” pungkasnya.
Melalui sinergi posko dan pendataan di lapangan, Kementerian ESDM memastikan distribusi bantuan berjalan presisi sesuai kondisi riil warga terdampak gempa di NTT serta mendukung proses pemulihan pascabencana secara berkelanjutan.
sumber : ESDM















