Modernisasi 400 RSUD, Presiden Prabowo Resmikan RSUD K.H. Muhammad Thohir Krui dan Targetkan Obat Generik Murah Setahun Depan

Pesisir Barat, PR Politik – Presiden Prabowo Subianto secara resmi menandatangani prasasti peresmian Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) K.H. Muhammad Thohir Krui di Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung, Rabu (10/06). Dalam draf amanatnya, kepala negara mempertegas doktrin bahwa penguatan infrastruktur pada sektor kesehatan bertindak sebagai draf jangkar utama pemerintah dalam mengonstruksi fondasi perekonomian nasional yang kuat sekaligus mendongkrak kurva kualitas pelayanan publik.

“Kita ingin membangun ekonomi kita yang baik, yang kuat. Kita ingin mengelola sumber-sumber alam kita, kekayaan kita sehingga kita bisa memberi pelayanan kepada rakyat yang lebih baik lagi,” tuturnya membedah draf korelasi makroekonomi dengan tingkat kesehatan masyarakat.

Ia menitikberatkan draf urgensi ketersediaan akses pelayanan medis hibrida yang terjangkau secara geografis oleh masyarakat bawah, khususnya konstituen yang bermukim di koridor daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Otoritas istana mengonfirmasi telah mengunci cetak biru (blueprint) megaproyek pembangunan fisik serta restorasi rumah sakit daerah di seluruh yurisdiksi Indonesia.

“Pemerintah akan terus meningkatkan pelayanan kesehatan. Saya sudah merencanakan bersama Menteri Kesehatan dan pemerintah dalam tiga tahun yang akan datang dan kita akan membangun, bilamana membangun baru, kalau bisa memperbaiki, renovasi 350 sampai 400 rumah sakit di seluruh kabupaten di Indonesia,” urainya merinci draf akselerasi infrastruktur kesehatan.

Bukan hanya berfokus pada klaster rumah sakit tipe besar, kabinet Prabowo terpantau bergerak dinamis memperkuat lini pertahanan kesehatan dasar via modernisasi fasilitas Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Program pembenahan siber dan mekanisasi medis ini dilaporkan telah berjalan riil di lapangan melalui gelombang eksekusi distribusi barisan instrumen kedokteran mutakhir ke berbagai daerah.

“Saat ini kita sudah membagi hampir 1.000 unit alat kesehatan modern. Kita sudah mulai distribusi ke semua rumah sakit daerah di 514 kabupaten/kota. Tadi dilaporkan sebagai contoh rumah sakit ini sudah mulai punya alat-alat yang modern dan ini akan terus kita tingkatkan,” jelasnya.

Baca Juga:  Dorong Ekonomi Biru Inklusif, KKP Perkuat Konservasi Berbasis Masyarakat di Tingkat Tapak

Ia membeberkan draf akumulasi capaian ekspansi fisik fasilitas medis yang telah ditukangi pemerintah pusat dalam dua tahun anggaran terakhir secara simetris, sebagai bagian dari program penguatan kedaulatan logistik kesehatan nasional.

“Kita sudah bangun 22 rumah sakit RSUD pada tahun 2025, dan 2026 ini kita bangun 22 lagi. Dan saya katakan bahwa kita akan bangun dan modernisasi 350 rumah sakit dalam tiga tahun yang akan datang. Alhamdulillah 20 rumah sakit pertama sudah selesai dibangun dan sudah mulai melayani masyarakat,” ucapnya melayangkan draf rapor hijau kinerja kabinet.

Menutup draf rilis siber kepresidenan, ia melayangkan peringatan keras (warning) kepada seluruh pengelola birokrasi kesehatan untuk menegakkan tata kelola yang bersih (clean governance) sekaligus memotong mata rantai monopoli farmasi guna menyajikan harga obat yang bersahabat bagi kantong rakyat kecil.

“Saya juga memesan tidak boleh ada penyelewengan, tidak boleh ada korupsi dalam pelayanan kepada rakyat. Kita akan mengusahakan obat-obat kepada rakyat yang semurah-murahnya. Saya berharap dalam satu tahun ini kita sudah mulai bisa memberi obat generik dengan harga yang murah kepada rakyat,” tandasnya mengunci orasi politiknya tanpa celah toleransi terhadap draf malafidat birokrasi.

sumber : Kemensetneg RI