Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PKS, Meity Rahmatia, kembali mempertanyakan upaya Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila pada anak-anak.
Hal ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kepala BPIP, Yudian Wahyudi, pada Selasa (11/03/2025) di Gedung Senayan, Jakarta. Meity mengingatkan bahwa program serupa telah dicanangkan oleh BPIP pada periode sebelumnya.
“Kita pernah mendengar bahwa BPIP sedang menggalakkan kembali permainan tradisional di kalangan anak-anak yang bertujuan untuk merawat budaya dan karakter Indonesia yang bernilai Pancasila ini,” ungkap Meity.
Ia menambahkan bahwa permainan tradisional dapat menjadi media efektif untuk mengenalkan ideologi Pancasila melalui penerapan nilai-nilainya dalam setiap permainan.
“Sepertinya ada beberapa buku permainan tradisional yang disusun kembali. Sejauh mana prosesnya dan masuk dalam skala prioritas kegiatan apa?” tanyanya.
Legislator asal Sulawesi Selatan ini juga menyoroti data dari Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia yang mencatat bahwa Indonesia memiliki sekitar 2.600 jenis permainan tradisional, jumlah terbanyak di dunia.
“Jumlah permainan tersebut bisa menjadi media yang efektif dalam transformasi nilai-nilai Pancasila,” jelasnya.
Sebagai informasi, BPIP dibentuk pada tahun 2018 di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo dengan tujuan melakukan pembinaan ideologi Pancasila secara sistematis dan terpadu bagi penyelenggara negara, komponen bangsa, serta seluruh warga negara Indonesia.
Namun, dalam perjalanannya, lembaga ini kerap menuai kritik karena beberapa kebijakan kontroversial, salah satunya keputusan pelarangan hijab bagi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada tahun 2024.
Sumber: fraksi.pks.id















