Krisis Kesehatan Gaza Makin Akut, PKB Desak Pemerintah Indonesia Gunakan Saluran PBB untuk Buka Blokade

Jakarta, PR Politik – Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bidang Kerja Sama Luar Negeri, Luluk Nur Hamidah, menyoroti tajam krisis kemanusiaan di Gaza, Palestina, yang dinilai semakin memprihatinkan akibat blokade ketat dan berkepanjangan.

Pernyataan tersebut disampaikan Luluk usai menerima kunjungan resmi Chairman of Jerusalem and Palestine Committee, Dr. Marwan Muhammad Ayesh Abu Ras, di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Kamis (13/8). Dalam pertemuan tersebut, Luluk menerima paparan mendalam mengenai kelumpuhan total sektor kesehatan dan hancurnya infrastruktur medis di Gaza.

“Yang mengejutkan adalah kondisi kesehatan di Gaza yang sangat memprihatinkan. Hampir seluruh fasilitas kesehatan mengalami kehancuran atau kerusakan berat. Dalam situasi seperti ini, akses terhadap obat-obatan dan layanan medis menjadi persoalan yang sangat serius,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa kehancuran fasilitas medis berdampak fatal bagi ribuan warga sipil penderita penyakit kronis. Banyak pasien, termasuk anak-anak yang terdiagnosis mengidap kanker, terlunta-lunta tanpa mendapatkan pengobatan medis yang memadai akibat krisis pasokan obat dan blockade ruang gerak.

“Bayangkan ada anak-anak yang sudah terdeteksi kanker, tetapi tidak mendapatkan tindakan medis yang semestinya. Ini persoalan kemanusiaan yang tidak boleh dianggap sebagai angka statistik saja,” ujarnya.

Selain persoalan krisis obat-obatan, ia menaruh perhatian serius atas laporan gugurnya sejumlah dokter dan tenaga kesehatan dalam konflik tersebut. Ia menegaskan perlunya jaminan pelindungan internasional terhadap fasilitas serta personel medis.

Ia menilai krisis kesehatan di Gaza belum mendapatkan porsi perhatian internasional yang seimbang dengan tingkat kedaruratannya. Oleh karena itu, ia mendesak komunitas global untuk menggaungkan seruan pembukaan blokade secara masif.

“Isu ini tidak banyak diketahui publik secara utuh. Karena itu, seruan untuk membuka blokade harus menjadi perhatian komunitas internasional. Bantuan kemanusiaan, terutama obat-obatan dan kebutuhan medis, harus bisa masuk,” tegasnya.

Baca Juga:  PAN Beri Beasiswa Kepada Pemenang PANDai 2025

Guna merespons kondisi darurat tersebut, Luluk mendorong Pemerintah Indonesia untuk mengoptimalkan seluruh saluran diplomasi internasional, termasuk di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), demi mendesak pembukaan koridor kemanusiaan.

“Pemerintah perlu mengambil aksi kemanusiaan yang lebih konkret, khususnya menyangkut persoalan kesehatan. Kita mendukung dan mendorong pemerintah untuk menggunakan seluruh saluran yang tersedia agar blokade dibuka dan bantuan kemanusiaan dapat segera masuk,” katanya.

Mengakhiri penjelasannya, ia menegaskan bahwa pemenuhan layanan kesehatan merupakan hak dasar yang wajib dijamin di tengah situasi konflik apa pun.

“Ketika obat-obatan tidak bisa masuk dan rumah sakit tidak bisa berfungsi, yang menjadi korban adalah masyarakat sipil, termasuk anak-anak. Karena itu, membuka akses kemanusiaan ke Gaza harus menjadi kepentingan bersama komunitas internasional,” pungkasnya.

sumber : Partai Nasdem

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Opini