Jawa Timur, PR Politik – Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PKS, Meitri Citra Wardani menyoroti persoalan lingkungan yang timbul akibat operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton dalam kunjungan kerja resesnya ke PLTU Paiton, Jawa Timur.
Dalam kunjungan tersebut, Meitri secara khusus menyoroti pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang dihasilkan dalam jumlah besar oleh PLTU Paiton.
Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur, sekitar 153 juta ton dari total 170 juta ton limbah B3 di Jawa Timur berasal dari PLTU Paiton.
“PLTU Paiton memainkan peran strategis sebagai pemasok sekitar 20 persen kebutuhan listrik di wilayah Jawa dan Bali. Dengan peran sebesar itu, risiko lingkungan yang ditimbulkan pun tidak bisa diabaikan. Karena itu, kami menekankan pentingnya skema pengelolaan limbah yang menjamin keberlanjutan lingkungan dan daya dukung hidup masyarakat sekitar,” jelas Meitri di sela kunjungan kerja Komisi XII DPR RI di masa reses yang berlangsung sejak tanggal 12-16 April 2025.
Sebagai legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VIII, Meitri juga menekankan urgensi pengujian berkala terhadap kualitas tanah, air tanah, dan udara di area penimbunan limbah. Ia mendorong agar upaya mitigasi dan pemulihan segera dijalankan apabila ditemukan indikasi pencemaran.
“Kami mendorong pengawasan ketat terhadap kontraktor yang terlibat dalam pengelolaan limbah, untuk memastikan kinerja yang akuntabel dan profesional. Pengawasan bisa dilakukan melalui audit berkala, dan jika ditemukan pelanggaran, sanksi tegas harus diberlakukan. Manajemen PLTU juga harus memastikan kontraktor memiliki rekam jejak yang kredibel dan sesuai standar,” tegas Meitri.
Pernyataan tersebut disampaikan Meitri sebagai respons atas berbagai isu lingkungan yang mencuat akibat operasional PLTU Paiton. Ia juga meminta agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja para kontraktor, terutama jika ada dugaan pelanggaran yang merugikan lingkungan serta melanggar ketentuan hukum yang berlaku.
Namun di sisi lain, Meitri memberikan apresiasi terhadap langkah PLTU Paiton yang telah menerapkan teknologi co-firing dengan biomassa sebagai bagian dari upaya transisi menuju energi bersih. Menurutnya, pendekatan ini mampu membantu menekan emisi dari proses pembakaran batu bara.
Lebih lanjut, Meitri juga menyampaikan bahwa potensi sumber daya lokal dari daerah pemilihannya, seperti Mojokerto, dapat dimanfaatkan dalam pengembangan biomassa. Ia menyebut tanaman seperti Kaliandra Merah dan Akasia sebagai jenis yang cocok dijadikan bahan bakar alternatif tersebut.
“Melalui program CSR, manajemen PLTU bisa mendorong masyarakat untuk mengembangkan Hutan Tanaman Energi (HTE) berbasis tanaman lokal. Ini tidak hanya mendukung operasional pembangkit secara berkelanjutan, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pelestarian lingkungan sekitar,” pungkasnya.
Sumber: fraksi.pks.id















