Jakarta, PR Politik – Gerakan Bela Negara Membangun Indonesia (GBN-MI) memberikan klarifikasi resmi terkait isu yang viral di media sosial mengenai dugaan pelantikan tim kreatif di lingkungan Kementerian Pertahanan (Kemhan). Dalam konferensi pers di Senayan City, Jakarta, Jumat (26/12), organisasi tersebut menegaskan bahwa kegiatan yang berlangsung pada 19 Desember lalu adalah agenda internal organisasi dan tidak memiliki kaitan struktural dengan Kemhan RI.
Penegasan ini dilakukan untuk meluruskan persepsi publik serta mencegah kesalahpahaman mengenai status figur publik yang terlibat dalam kegiatan tersebut. GBN-MI menyatakan bahwa mereka adalah organisasi independen yang bertujuan mendukung program Bela Negara dalam menanamkan nilai kebangsaan kepada masyarakat luas.
Ketua Umum GBN-MI, Muhammad Faisal Manaf, menjelaskan bahwa meskipun acara pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Nasional GBN-MI dilaksanakan di Aula Bela Negara Gedung Kemhan bersamaan dengan Hari Bela Negara ke-77, hal tersebut murni sebagai penggunaan fasilitas lokasi kegiatan.
“Pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Nasional GBN-MI yang dilaksanakan bertepatan dengan Peringatan Hari Bela Negara ke-77 diselenggarakan di Aula Bela Negara, Gedung Kemhan. Namun ditegaskan bahwa penggunaan fasilitas tersebut tidak dapat dimaknai sebagai pelantikan resmi oleh Kementerian Pertahanan, melainkan semata-mata sebagai lokasi kegiatan internal organisasi,” ujar Faisal Manaf.
Isu ini mencuat seiring hadirnya sejumlah figur publik dalam struktur tim kreatif organisasi. Wakil Ketua Umum Bidang PKBN, Sunan Kalijaga, menyampaikan bahwa pelibatan influencer merupakan strategi yang sudah ada sejak 2015 guna menyuarakan nilai bela negara secara lebih kreatif.
Terkait kehadiran figur publik Ayu Aulia, GBN-MI secara spesifik menegaskan bahwa yang bersangkutan adalah bagian dari tim kreatif internal organisasi, bukan pegawai atau tim resmi bentukan kementerian.
“Ayu Aulia berperan sebagai bagian dari tim kreatif internal organisasi GBN-MI, tidak menerima imbalan apa pun, serta tidak memiliki status, penugasan, atau keterikatan dalam kapasitas apa pun dengan Kementerian Pertahanan, baik secara struktural maupun nonstruktural,” tegas pihak GBN-MI.
Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan mengapresiasi klarifikasi ini sebagai langkah menjaga akurasi informasi. Kemhan kembali menekankan bahwa pihaknya tidak melakukan pelantikan atau pengangkatan figur publik sebagai tim kreatif kementerian dalam agenda tersebut.
Ketua Bidang Kreatif GBN-MI, Shankar Ramchand, menambahkan bahwa bela negara tidak boleh hanya dimaknai sebagai simbol, melainkan harus diwujudkan melalui kanal komunikasi yang konstruktif dan edukatif bagi generasi muda. Melalui klarifikasi ini, diharapkan tidak ada lagi disinformasi yang berkembang di masyarakat.
sumber : Kemhan RI















