Legislator PAN Okta Kumala Dewi Apresiasi Pengawasan PP Tunas, Soroti Kepatuhan Platform Digital

Anggota Komisi I DPR RI Okta Kumala Dewi

Jakarta, PR Politik – Komisi I DPR RI terus memantau pelaksanaan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas) yang mulai dijalankan di berbagai platform digital.

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PAN, Okta Kumala Dewi, menilai sejumlah Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) telah menunjukkan kepatuhan terhadap regulasi tersebut. Ia mencontohkan platform TikTok yang dinilai sudah mengambil langkah konkret dalam menyesuaikan kebijakan sesuai aturan pemerintah. Namun demikian, ia mencatat masih ada platform lain seperti YouTube dan Roblox yang belum sepenuhnya memenuhi ketentuan yang berlaku.

Di sisi lain, Okta memberikan apresiasi terhadap langkah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang dinilai aktif melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap kepatuhan para PSE. Menurutnya, peran pemerintah menjadi kunci dalam memastikan implementasi aturan berjalan efektif demi melindungi anak di ruang digital.

“Langkah Komdigi dalam mengawasi dan memastikan kepatuhan PSE patut diapresiasi. Ini menunjukkan keseriusan negara dalam menghadirkan ruang digital yang aman bagi anak-anak,” ujar Okta kepada wartawan, Jumat, 17 April 2026.

Okta menegaskan, pemerintah juga perlu bersikap tegas terhadap platform digital yang belum mematuhi aturan. Ia menilai, penegakan hukum yang konsisten menjadi faktor penting agar seluruh PSE memiliki komitmen yang sama dalam menciptakan ekosistem digital yang aman.

“Jika masih ada PSE atau platform digital yang tidak patuh, maka perlu ada sanksi tegas sebagai bentuk penegakan aturan. Ini penting agar tidak ada kompromi dalam isu perlindungan anak di ruang digital,” tegas Legislator PAN ini.

Lebih lanjut, Okta menyebut PP Tunas sebagai langkah strategis pemerintah dalam menjawab tantangan perlindungan anak di era digital. Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk turut mendukung implementasi kebijakan tersebut.

Baca Juga:  Fraksi Gerindra Setujui RUU KUHAP, Tegaskan Fondasi Pembaruan Sistem Peradilan Pidana

“PP Tunas adalah langkah progresif yang harus kita dukung bersama. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh ekosistem digital,” katanya.

Selain peran pemerintah dan platform digital, Okta menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mengawasi aktivitas anak saat menggunakan internet. Ia menilai, pengawasan dan edukasi dari keluarga menjadi fondasi utama dalam menjaga keamanan anak di dunia digital.

“Orang tua memiliki peran penting dalam memastikan anak menggunakan teknologi secara aman dan bijak. Pengawasan dan edukasi dari keluarga menjadi fondasi utama perlindungan anak di ruang digital,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru