Jakarta, PR Politik – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Almuzzammil Yusuf (AMY), melakukan ziarah ke makam Proklamator Republik Indonesia, Mohammad Hatta, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta, Kamis (13/8). Ziarah kebangsaan tersebut digelar sebagai bagian dari rangkaian agenda PKS dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam penziarahan tersebut, AMY hadir didampingi oleh Sekretaris Jenderal PKS Muhammad Kholid beserta jajaran pengurus DPP PKS. Bersama keluarga besar Bung Hatta, rombongan PKS memanjatkan doa khusyuk sekaligus mengenang jejak perjuangan dan jasa monumental Sang Proklamator dalam mengantarkan Indonesia menuju kemerdekaan.
“Kami hari ini bersama keluarga besar DPP PKS, dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan negara kita, berziarah ke makam Proklamator. Hari ini ke makam Bung Hatta, dan besok saudara-saudara kami di Jawa Timur berziarah ke makam Bung Karno,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kontribusi dwitunggal Bung Karno dan Bung Hatta amat besar dalam membebaskan bangsa dari belenggu penjajahan. Oleh karena itu, generasi penerus kepemimpinan bangsa wajib terus menimba keteladanan serta pemikiran para Pendiri Bangsa (Founding Fathers).
“Peran Bung Karno dan Bung Hatta sangat besar mengantarkan bangsa ini menuju kemerdekaan. Kita banyak belajar dari Bapak Bangsa. Dari Bung Hatta, kami belajar tentang demokrasi ekonomi, terutama Pasal 33 UUD 1945,” katanya.
Ia menilai konsepsi pemikiran Bung Hatta terkait ekonomi kerakyatan senantiasa relevan dalam menjawab aneka dinamika dan persoalan ekonomi nasional saat ini. Gagasan mengenai koperasi, asas kekeluargaan, semangat gotong royong, hingga pengelolaan sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat merupakan warisan pemikiran yang mendesak untuk terus dihidupkan.
“Beliau menanamkan soko guru ekonomi gotong royong, kekeluargaan, koperasi, serta pengelolaan sumber daya alam yang dikelola negara untuk kemakmuran rakyat,” tuturnya.
Selain ranah ekonomi, AMY menyoroti visi Bung Hatta mengenai demokrasi berkeadaban, budaya musyawarah, serta komitmen penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) yang tetap menjadi pijakan vital hingga kini.
“Sebagai pemikir, gagasan Mohammad Hatta terkait koperasi dan ekonomi kerakyatan dengan asas kekeluargaan masih relevan untuk menjawab persoalan ekonomi bangsa. Pemikiran Hatta mengenai demokrasi, budaya musyawarah, dan HAM juga relevan hingga hari ini untuk menjawab berbagai tantangan sosial dan politik,” jelasnya.
Ia turut mendoakan agar seluruh ikhtiar perjuangan Bung Hatta dan Bung Karno dicatat sebagai amal ibadah bernilai mulia di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Semoga kedua Proklamator yang mengantarkan bangsa Indonesia ke gerbang kemerdekaan menjadi amal ibadah besar di akhirat kelak,” pungkasnya.
Putri Bung Hatta, Meutia Hatta, menyampaikan rasa haru serta apresiasi mendalam atas perhatian pimpinan dan keluarga besar PKS yang secara konsisten hadir berdoa di TPU Tanah Kusir menjelang peringatan hari kemerdekaan.
“Terima kasih kepada pimpinan PKS. Kami terharu karena tahun ini PKS berada di sini dalam rangka berdoa untuk ayah kami, Bung Hatta. Kami merasa kita masih harus mengikuti jejak Bung Hatta, Bung Karno, dan para pendiri bangsa yang mengutamakan kesejahteraan bangsa kita sendiri serta menghargai bangsa sendiri,” ujarnya.
Ia mengingatkan betapa besarnya kecintaan Bung Hatta kepada seluruh elemen rakyat Indonesia dan mengajak masyarakat untuk meneruskan warisan nilai tersebut tanpa diskriminasi.
“Bung Hatta sangat cinta pada rakyat. Mari kita semua mengikuti jejak beliau, mencintai tanah air dan bangsa Indonesia tanpa terkecuali. Kami gembira PKS berziarah ke makam ayah kami,” katanya.
Sementara itu, adik Meutia Hatta, Halida Hatta, membeberkan alasan historis mengapa Bung Hatta memilih untuk tidak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, melainkan di TPU biasa.
“Bung Hatta sengaja tidak dimakamkan di TMP. Ayah ingin dimakamkan di tengah masyarakat biasa, rakyat yang beliau perjuangkan sepanjang hidup,” ungkapnya.
Ziarah ke makam Bung Hatta ini menjadi bagian integral dari rangkaian refleksi PKS menyambut 81 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. PKS menegaskan bahwa cita-cita kemerdekaan harus diisi dengan kerja-kerja nyata demi menghadirkan keadilan sosial, kebebasan demokrasi, dan kemakmuran yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia.
sumber : PKS















