Jakarta, PR Politik – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, melantik dan mengambil sumpah jabatan pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, dan pengawas di lingkungan Kemenpora. Para pejabat yang baru saja diambil sumpah jabatannya tersebut diharapkan mampu mendobrak birokrasi dan menjadi agen perubahan yang progresif.
Agenda sakral tersebut berlangsung di Kantor Kemenpora, Jakarta, pada Selasa (30/6). Pelantikan ini dilaksanakan secara resmi berdasarkan pada Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 133 Tahun 2026.
“Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia dan taat kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara,” ujarnya mendiktekan penggalan sumpah jabatan yang diikuti oleh seluruh pejabat baru.
“Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung etika jabatan, nekerja dengan sebaik-baiknya, dan dengan penuh rasa tanggung jawab. Bahwa saya akan menjaga integritas, tidak menyalahgunakan kewenangan, serta menghindarkan diri dari perbuatan tercela,” lanjutnya menekankan poin pakta integritas.
Ia kemudian mengucapkan selamat atas amanah baru yang diemban oleh seluruh fungsionaris yang telah dilantik. Ia meminta dengan tegas agar jajaran tersebut membawa perubahan budaya kerja yang lebih transparan, akuntabel, dan berintegritas tinggi.
“Tentu seperti yang selalu saya sampaikan, tak mungkin transformasi sebuah organisasi bisa berjalan tanpa mentransformasi sumber daya manusia. Seperti yang disampaikan Bapak Presiden bahwa tata kelola harus dilakukan secara efisien dan baik,” katanya dalam arahannya.
Lebih lanjut, ia menginstruksikan agar para pejabat baru tidak hanya bekerja di tataran makro, melainkan wajib memperhatikan hal-hal teknis sedetail mungkin. Menurutnya, ketelitian ini menjadi kunci utama agar seluruh target pekerjaan dapat terlaksana dengan rapi dan mencapai sasaran optimal.
Di akhir pidatonya, ia mengingatkan kembali posisi penting kementerian yang dipimpinnya dalam membangun karakter bangsa. Sektor kepemudaan dan olahraga tidak boleh dikelola dengan manajemen yang lambat.
“Program yang ada harus efektif dan berdampak untuk masyarakat. Olahraga sebagai duta bangsa, pemuda itu harapan masa depan bangsa. Jadi, semua disini harus mengkuti ritme (kerja) sesuai yang diarahkan pimpinan kita. Semua harus siap menjadi agen perubahan,” pungkasnya menutup jalannya pelantikan.
sumber : Kemenpora RI















