Laga Eksibisi Harlah PKB, PKS dan PKB Ikrar Dukungan Penuh Pembinaan Timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia

Jakarta, PR Politik – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Bang Jamil, bersama Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Gus Muhaimin, secara resmi menyatakan komitmen dan dukungan penuh terhadap penguatan pembinaan Tim Sepak Bola Amputee (Amputasi) Indonesia.

Pernyataan dukungan politik dan moral tersebut disampaikan langsung sebelum laga persahabatan mini soccer antara tim Presiden PKS dan tim PKB bergulir di Lapangan Mini Soccer BRI BRILiaN Stadium, Jakarta, Jumat (17/7).

Pertandingan eksibisi yang digelar sebagai bagian dari semarak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 PKB itu turut menghadirkan perwakilan atlet Tim Sepak Bola Amputee Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Bang Jamil dan Gus Muhaimin menegaskan komitmen bersama agar pembinaan atlet disabilitas terus diperhatikan demi mengukir prestasi manis di panggung olahraga internasional.

Ia menggarisbawahi bahwa keterbatasan fisik tidak boleh dijadikan penghalang untuk berprestasi membawa nama harum bangsa. Ia mengingatkan bahwa skuad Garuda Amputee telah membuktikan kelasnya saat berhasil lolos dan bertanding di ajang bergengsi Piala Dunia Sepak Bola Amputasi 2022 di Turki.

“Anak-anak kita di sepak bola amputee ini sudah membuktikan kemampuan mereka dengan tampil di Piala Dunia. Yang mereka perlukan adalah dukungan nyata agar prestasi mereka terus meningkat dan mampu kembali bersaing di level dunia,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum PKB, Gus Muhaimin, menilai bahwa perhatian dan kepedulian terhadap atlet difabel merupakan cerminan esensial dari semangat kebangsaan yang wajib dipelihara oleh seluruh elemen politik.

“Atlet-atlet ini pantas mendapatkan perhatian yang sama besarnya dengan atlet lainnya,” katanya.

Usai menyampaikan porsi dukungannya, ia dan Gus Muhaimin tampak membaur akrab dengan para atlet, bahkan sempat menjajal latihan umpan pendek (passing) bersama di pinggir lapangan. Kebersamaan tersebut menjadi simbol kuat bahwa semangat inklusivitas dan kepedulian terhadap penyandang disabilitas merupakan nilai universal yang sejalan dengan prinsip rahmatan lil ‘alamin yang diusung oleh PKS maupun PKB.

Baca Juga:  AI Mulai Masuk ke Ranah Religi, PKB Desak Regulasi Khusus dan Antisipasi Disrupsi Peran Ulama

Atensinya terhadap dunia si kulit bundar bukanlah hal baru. Ia selama ini dikenal konsisten bertindak sebagai Pembina Sekolah Sepak Bola (SSB) Gaza dan SSB Keadilan Lampung yang aktif menjaring serta membina talenta-talenta muda daerah.

Kecintaannya pada cabang olahraga ini telah berakar sejak masa remaja. Saat duduk di bangku SMA, ia merupakan atlet sepak bola berbakat yang mengantarkan Tim DKI Jakarta U-16 menjuarai ajang POPSI 1981. Prestasi tersebut membawanya terbang ke Kyoto, Jepang, untuk melakoni laga eksibisi bersama Merdeka Boys Football Association (MBFA) dan sukses mencetak satu gol.

Pada tahun 1982, ia kembali dipercaya masuk ke dalam tim untuk berlaga di ajang Lion City Cup di Singapura. Namun, lantaran komitmennya pada kegiatan keagamaan di sekolah, ia memilih bertahan di Jakarta untuk menjadi panitia kurban. Hingga saat ini, kegemarannya mengolah bola tetap terjaga melalui rutin bermain mini soccer setiap dua pekan sekali.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Opini