Jakarta, PR Politik – Anggota Komisi VII DPR RI, Yoyok Riyo Sudibyo, menyoroti dampak ekonomi dari konflik geopolitik global yang mulai dirasakan di dalam negeri, termasuk kenaikan harga plastik yang kini membebani sektor usaha mikro.
Ia menjelaskan, lonjakan harga plastik dipicu oleh terganggunya pasokan bahan baku seperti nafta akibat konflik di kawasan Timur Tengah. Kondisi ini berdampak signifikan bagi Indonesia yang masih mengimpor sekitar 60 persen bahan baku plastik, sehingga rentan terhadap gejolak global.
“Tekanan global kini tidak lagi berhenti di sektor energi atau industri besar, tetapi sudah masuk ke biaya dasar produksi usaha kecil,” kata Yoyok, di Jakarta, Senin (13/4/2026).
Menurutnya, situasi tersebut mencerminkan tingginya ketergantungan industri nasional terhadap rantai pasok global, khususnya pada komoditas turunan petrokimia.
Yoyok menambahkan, efek lanjutan dari kenaikan biaya produksi mulai dirasakan masyarakat luas, di antaranya kenaikan harga makanan serta penyusutan ukuran produk konsumsi di pasaran.
Legislator dari daerah pemilihan Jawa Tengah X (Kabupaten Batang, Pekalongan, Pemalang, dan Kota Pekalongan) itu mengingatkan, apabila konflik global berlangsung berkepanjangan, dampaknya dapat meluas ke berbagai sektor, termasuk pariwisata berbasis UMKM hingga aktivitas ekonomi lokal.
“Yang diuji bukan hanya kemampuan industri besar, tetapi apakah usaha kecil masih memiliki ruang bertahan dalam tekanan global,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Komisi VII DPR RI akan terus mencermati perkembangan harga bahan penunjang produksi serta mendorong langkah-langkah korektif agar pelaku UMKM tidak menjadi pihak yang paling terdampak dalam situasi ini.















