Komisi V DPR RI Musa Rajekshah Tinjau Langsung Lokasi Kecelakaan Cipularang Km 92, Desak Penanganan Serius Titik Rawan Kecelakaan

Anggota Komisi V DPR RI, Musa Rajekshah | Foto: Istimewa (dok)

Jakarta, PR Politik (14/11) – Kecelakaan beruntun yang melibatkan sejumlah kendaraan di Tol Cipularang Km 92 mendapat perhatian serius dari Anggota Komisi V DPR RI, Musa Rajekshah, yang berasal dari Fraksi Partai Golkar. Musa ikut serta dalam kunjungan kerja spesifik untuk meninjau lokasi kejadian dan mencari solusi atas seringnya kecelakaan yang terjadi di titik rawan tersebut.

Menurut laporan dari Polda Jawa Barat dan Polres Purwakarta, insiden ini dipicu oleh truk bernomor polisi B 9440 JIN yang membawa muatan kardus. Truk yang dikemudikan oleh Rouf ini melaju dari arah Bandung menuju Jakarta dan diduga telah dimodifikasi secara ilegal, sehingga kendaraan menjadi tidak stabil, terutama saat melintasi jalan menurun dan bergelombang.

Dalam kunjungan ini, Musa Rajekshah didampingi oleh tim Komisi V bersama mitra kerja seperti Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Korlantas, Binamarga, Jasamarga, dan pihak-pihak terkait lainnya. Di lokasi, Musa memberikan catatan kritis terkait kondisi jalan dan kendaraan angkutan berat yang sering terlibat dalam kecelakaan.

“Kondisi badan jalan di sini memerlukan perhatian serius. Ada gelombang pada jalan dan perbedaan ketinggian antara jalan utama dan bahu jalan yang cukup jauh, ini sangat berbahaya,” ungkap Musa pada Rabu (13/11/2024). Ia menambahkan bahwa kecelakaan di sekitar Km 90 hingga Km 100 sudah sering terjadi selama bertahun-tahun dan menelan banyak korban jiwa.

Baca Juga: Gamal Albinsaid Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Usia Dini

Musa Rajekshah kembali menyoroti masalah over dimension and overloading (ODOL) pada kendaraan berat. Meskipun isu ini telah lama menjadi perhatian, penegakan hukumnya dinilai masih lemah. “Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 sudah jelas mengatur ini, termasuk memberikan sanksi tegas hingga pencabutan izin usaha bagi pelanggar. Kita perlu penerapan hukum yang lebih tegas agar ada efek jera,” tegas Musa.

Baca Juga:  Anggota DPR RI Reni Astuti Dorong Inovasi Program Transmigrasi agar Lebih Menarik bagi Generasi Muda

Ia juga menilai pembangunan jalan tol yang terus berkembang harus diiringi dengan pemenuhan standar spesifikasi jalan. “Jalan tol didesain untuk kendaraan berkecepatan tinggi, sehingga spesifikasi dan kualitasnya harus aman. Sayangnya, banyak tol yang belum memenuhi standar tersebut,” ujarnya.

Musa juga menyoroti kebijakan kenaikan tarif tol yang tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas dan perawatan jalan. “Masyarakat merasa dirugikan dengan tarif yang terus naik sementara kondisi jalan tidak memadai. Kita perlu mengawasi, dan Jasamarga harus memastikan bahwa tarif tol yang dipungut sejalan dengan kualitas pelayanan yang diberikan,” tambahnya.

Ia mengharapkan adanya transparansi dalam pengelolaan tarif tol agar, setelah mencapai titik impas (break-even point), tarif dapat dikurangi demi kepentingan masyarakat. Musa juga menggarisbawahi pentingnya perawatan fasilitas seperti rambu dan marka jalan demi keselamatan pengguna tol.

Sebagai langkah lanjutan, Komisi V DPR RI akan terus memantau dan menekan pihak terkait untuk segera menindaklanjuti temuan ini. Musa berharap kunjungan kerja spesifik ini bisa menghasilkan rekomendasi efektif untuk mencegah kecelakaan serupa di masa mendatang.

Komitmen Komisi V DPR RI adalah memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan sebagai prioritas utama. Ke depan, mereka akan mendorong sinergi yang lebih baik antara pemerintah, pengelola tol, dan otoritas lalu lintas untuk menjamin regulasi diterapkan dengan ketat dan infrastruktur diperbaiki sesuai kebutuhan.

 

Sumber: dpr.go.id

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Infografis Terbaru