Jakarta, PR Politik – Komisi IX DPR RI mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), menyusul sejumlah kasus keracunan yang terjadi sejak program tersebut diluncurkan pada 6 Januari 2025.
Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Asep Romy Romaya, menegaskan bahwa pengawasan harus ditingkatkan agar tidak ada lagi kejadian serupa yang membahayakan penerima manfaat.
“Program MBG adalah program unggulan Presiden Prabowo yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Karena itu, kasus keracunan yang sudah terjadi harus dijadikan pelajaran penting. Kami mendesak BGN dan BPOM agar melakukan pengawasan lebih ketat dan menyeluruh, agar tidak ada celah terjadinya kasus yang membahayakan penerima manfaat,” ujar Asep, Rabu (2/7/2025).
Menurut data BPOM yang diungkapkan Asep, hingga saat ini telah terjadi sedikitnya 17 insiden luar biasa kasus keracunan yang tersebar di 10 provinsi. Selain itu, ia juga menyebutkan adanya masalah lain seperti makanan MBG yang dikirim dalam kondisi mentah, rendahnya higienitas, serta distribusi yang lambat.
Asep menekankan bahwa makanan yang dibagikan dalam program MBG harus memenuhi standar gizi seimbang, termasuk kandungan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh.
“BGN dan BPOM perlu memastikan bahwa standar gizi benar-benar diterapkan dalam seluruh proses MBG. Tidak hanya dari sisi kandungan gizi, tetapi juga mutu dan keamanannya — mulai dari fortifikasi, pelabelan, pengujian produk, hingga distribusi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Asep juga menyoroti pentingnya pengawasan ketat di fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Komisi IX, kata dia, juga meminta BPOM dan BGN memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dalam implementasi pengawasan pangan, sesuai amanat Pasal 47 Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2019.
Edukasi kepada pengelola SPPG dan masyarakat penerima manfaat juga dinilai krusial dalam menjamin keberhasilan program MBG.
“Keamanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Karena itu, perlu ada sinergi seluruh pihak untuk memastikan program MBG benar-benar memberikan manfaat tanpa menimbulkan risiko kesehatan,” pungkas Asep.
Sumber: fraksipkb.com















