Kemnaker dan IM Japan Mantapkan Kesiapan Peserta Magang Hadapi Skema Baru ESDP 2027

Tokyo, PR Politik – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Republik Indonesia bersama International Manpower Development Organization (IM Japan) menggelar pertemuan strategis guna membahas kesiapan para peserta pemagangan asal Indonesia. Langkah ini diambil untuk merespons implementasi skema regulasi baru Employment for Skill Development Program (ESDP) atau Ikusei Shurou yang dijadwalkan mulai berlaku secara efektif di Jepang pada April 2027.

Pembahasan tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, bersama President & CEO IM Japan di Kantor Pusat IM Japan, Tokyo, pada Jumat (28/8).

Ia menekankan pentingnya penguatan kesiapan para peserta agar pengalaman kerja yang diperoleh di Jepang dapat secara optimal mendukung akselerasi pengembangan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.

“Kami berharap kerja sama dengan IM Japan terus memberikan kesempatan bagi sumber daya manusia Indonesia untuk memperoleh pengalaman kerja, meningkatkan keterampilan, serta memahami teknologi dan budaya kerja Jepang,” ujarnya.

Guna mewujudkan kesiapan tersebut, Kemnaker dan IM Japan menyepakati penguatan pada beberapa aspek utama, meliputi peningkatan kompetensi teknis, kecakapan berbahasa Jepang, pemahaman budaya kerja setempat, serta penyesuaian kualifikasi sesuai kebutuhan sektor industri di Jepang. Langkah ini diharapkan mempermudah peserta dalam beradaptasi sekaligus menyerap keahlian selama masa pemagangan.

Ia menambahkan bahwa pengalaman internasional yang didapat selama bertugas di Jepang harus menjadi modal berharga bagi para peserta sekembalinya mereka ke Tanah Air.

“Pengalaman yang diperoleh selama berada di Jepang diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk mengembangkan karier, membangun usaha, dan berkontribusi terhadap pengembangan industri setelah kembali ke Indonesia,” lanjutnya.

Selain penyesuaian skema ESDP, pertemuan tersebut juga menjajaki peluang perluasan program magang luar negeri yang dikhususkan bagi lulusan baru (fresh graduate) perguruan tinggi di Indonesia dengan durasi program 6 hingga 12 bulan. Skema ini dirancang untuk memberikan eksposur pengalaman kerja internasional sekaligus memperluas ruang kompetensi pekerja muda di ekosistem global.

Baca Juga:  Dorong Pasar Premium 27 Negara Eropa, KKP Sukses Loloskan Produk Perikanan Budi Daya RI ke Regulasi Baru UE

Melalui penguatan kemitraan dengan IM Japan ini, Kemnaker berkomitmen secara berkelanjutan untuk mencetak SDM Indonesia yang kompeten, berdaya saing global, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan industri nasional.

sumber : Kemnaker

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Opini