Pemulihan Desa Adat Sade Pasca-Kebakaran Harus Menyeluruh, Nessy Kalviya: Pulihkan Rumah dan Penghidupan Warga

Lombok Tengah, PR Politik – Pemulihan kawasan Desa Adat Sade di Nusa Tenggara Barat (NTB) pasca-musibah kebakaran besar harus dieksekusi secara cepat, tepat, dan menyeluruh. Bagi masyarakat adat setempat, dampak dari bencana tersebut tidak sekadar berujung pada kehilangan tempat tinggal, tetapi juga melenyapkan ruang usaha serta sumber penghidupan keluarga.

Hal tersebut ditegaskan oleh Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Nessy Kalviya, kala meninjau langsung kondisi lokasi terdampak di Desa Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, Jumat (28/8).

Musibah kebakaran yang melanda pada Sabtu, 22 Agustus 2026 malam tersebut menghanguskan sedikitnya 167 bangunan adat. Kerusakan mencakup rumah warga, artshop kerajinan, lumbung padi tradisional, hingga sejumlah fasilitas publik setempat. Dampak peristiwa tersebut dialami oleh 120 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 320 jiwa warga lokal.

Ia menyampaikan apresiasi tinggi atas respons cepat Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, jajaran TNI-Polri, elemen masyarakat, serta para relawan yang sigap menangani tanggap darurat sejak awal kejadian.

“Yang kita lihat hari ini, kepedulian masyarakat luar biasa. Bantuan datang dari berbagai pihak. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Sade tidak sendiri,” ujarnya.

Namun demikian, legislator NasDem dari Daerah Pemilihan Lampung II tersebut mengingatkan bahwa penyaluran bantuan darurat harus segera dilanjutkan dengan skema pemulihan (recovery) terukur agar warga tidak berlama-lama dalam situasi ketidakpastian.

“Yang kita pulihkan bukan hanya rumah, tetapi kehidupan masyarakatnya. Kalau rumahnya kembali tetapi penghidupannya tidak kembali, pemulihan belum selesai,” katanya.

Ia menggarisbawahi agar proses rekonstruksi dan pembangunan kembali bangunan di Desa Adat Sade tetap mempertahankan keaslian karakter, tata ruang, arsitektur tradisional, serta nilai-nilai luhur kebudayaan suku Sasak. Ia menegaskan bahwa Sade bukan sekadar destinasi wisata unggulan, melainkan ruang hidup dan identitas masyarakat setempat yang wajib dilestarikan.

Baca Juga:  Daniel Johan: Komisi IV DPR RI Akan Panggil Menteri Kehutanan Terkait Temuan Ladang Ganja di Bromo

Di samping itu, ia mendorong pemerintah untuk memperkuat instrumen mitigasi dan kesiapsiagaan bencana secara berkelanjutan melalui pengalokasian porsi anggaran yang memadai.

“Mitigasi jangan baru diperkuat setelah bencana terjadi. Anggaran untuk mitigasi dan kesiapsiagaan harus mendapat perhatian lebih besar. Kita harus membangun masyarakat yang lebih siap dan aman,” tegasnya.

Mengakhiri kunjungannya, ia memastikan bakal membawa temuan lapangan ini ke forum pengawasan DPR RI demi mendorong percepatan pemulihan Desa Adat Sade secara tepat sasaran, sehingga sanggup mengembalikan hunian, perekonomian, serta rasa aman bagi masyarakat adat.

sumber : Fraksi Nasdem

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Opini