Jakarta, PR Politik – Kementerian Sosial (Kemensos) bergerak cepat menyalurkan bantuan sosial (bansos) reguler triwulan pertama guna membantu masyarakat yang terdampak bencana banjir di wilayah Sumatra. Penyaluran ini difokuskan pada tiga provinsi terdampak parah, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengungkapkan bahwa proses distribusi bantuan berupa Program Keluarga Harapan (PKH) dan sembako ini telah berjalan sejak awal bulan.
“Yang pertama adalah bantuan sosial reguler untuk tiga provinsi, sudah kami salurkan sejak awal Februari,” kata Mensos Gus Ipul dalam Rapat Koordinasi Satgas Percepatan Pemulihan Pasca Bencana Banjir di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (18/2).
Total anggaran yang dikucurkan untuk bansos reguler di tiga provinsi tersebut mencapai Rp1.832.738.125.000. Dana tersebut dialokasikan untuk menjangkau lebih dari 1,7 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang kehidupannya terganggu akibat bencana hidrometeorologi tersebut.
“Ditujukan kepada 1,7 juta lebih keluarga penerima manfaat. Untuk tiga provinsi, Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara,” ujarnya.
Selain bansos reguler, Kemensos juga mengaktifkan skema “Bansos Adaptif”. Skema ini mencakup logistik darurat, dapur umum, hingga dukungan pascabencana seperti santunan ahli waris, jaminan hidup (jadup), isian hunian, dan modal pemulihan ekonomi.
“Kami sudah mulai menyalurkan untuk ahli waris, untuk isian hunian maupun juga untuk jaminan hidup dan sekarang akan disusul untuk pemulihan ekonomi dan sosial. Kami mengikuti penyaluran BNPB. BNPB pada minggu yang lalu sudah salur, kita akan menyusul di belakangnya,” terangnya.
Gus Ipul menekankan bahwa penyaluran bantuan dilakukan dengan mekanisme berlapis untuk mencegah salah sasaran. Proses dimulai dari rujukan data BNPB, penetapan By Name By Address (BNBA) oleh kepala daerah yang diawasi oleh aparat penegak hukum (Kapolres, Kajari, dan Dandim), hingga validasi final oleh Menteri Dalam Negeri selaku Ketua Satgas.
Hingga saat ini, sebanyak 29 dari 53 Kabupaten/Kota telah tervalidasi dan siap menerima kucuran dana. Gus Ipul juga mengapresiasi dukungan Sekretariat Negara dalam percepatan anggaran ini.
“Anggaran kami, yang kita butuhkan nanti semuanya itu Rp2 triliun lebih. Rp600 miliar lebih di antaranya sudah siap dengan menggunakan RO khusus, Direktif Presiden. Terima kasih dukungan dan bantuan dari Pak Mensetneg,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri selaku Ketua Satgas, Muhammad Tito Karnavian, meminta agar bantuan tunai perorangan segera direalisasikan tanpa penundaan. Hal ini mencakup kebutuhan dasar harian dan pemulihan perlengkapan rumah tangga.
“Yang pertama, uang lauk pauk Rp15 ribu per hari perorang, kemudian uang untuk perabotan (hunian) Rp3 juta, dan uang bantuan stimulan untuk ekonomi dari Kemenkeu kepada Kemensos,” katnya.
Rapat koordinasi tingkat tinggi ini turut dihadiri oleh pimpinan DPR RI dan menteri-menteri Kabinet Merah Putih, menunjukkan sinergi lintas sektoral dalam mempercepat pemulihan ekonomi dan sosial di wilayah Sumatra pascabencana.
sumber : Kemensos RI















