Jakarta, PR Politik – Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM (BP2SDM) Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bekerja sama dengan pemerintah daerah menyelenggarakan uji kompetensi (Ujikom) jabatan fungsional binaan Kementerian Kehutanan. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kapasitas, profesionalitas, dan integritas SDM kehutanan.
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PermenPANRB) Nomor 1 Tahun 2003, Ujikom wajib diikuti dan dilalui bagi pejabat fungsional yang akan naik jenjang jabatan, beralih jabatan, atau berpindah dari fungsional keterampilan ke keahlian.
Ujikom bertujuan memastikan setiap individu layak dan mampu menduduki jabatan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki, yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Melalui mekanisme ini, pemerintah berharap seluruh aparatur negara yang menduduki jabatan fungsional memiliki standar kemampuan yang terukur, profesional, serta mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal.
Fasilitasi layanan Ujikom oleh BP2SDM Kementerian Kehutanan menjadi wujud komitmen untuk memastikan aparatur kehutanan memiliki kompetensi dalam mengelola hutan secara berkelanjutan. Lebih dari itu, Ujikom ini merupakan bagian dari transformasi BP2SDM sebagai core system Kementerian Kehutanan dalam penyediaan SDM unggul.
Melalui kerangka Forestry Human Excellence, BP2SDM menempatkan pengembangan kompetensi aparatur sebagai pilar utama untuk mewujudkan kehutanan yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing di era perubahan global.
Kegiatan Ujikom ini diselenggarakan sepanjang Agustus 2025 di delapan provinsi dan diikuti total 256 peserta, yang terdiri dari Pejabat Fungsional Polisi Kehutanan, Pengendali Ekosistem Hutan, dan Penyuluh Kehutanan.
Kepala Pusat Perencanaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia BP2SDM, Tuti Herawati, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Ujikom ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian penting dari transformasi kelembagaan.
“BP2SDM kini berperan sebagai core system Kementerian Kehutanan dalam menghadirkan sumber daya manusia unggul. Melalui kerangka Forestry Human Excellence, kami berkomitmen membangun aparatur kehutanan yang tidak hanya profesional secara teknis, tetapi juga visioner, adaptif, dan berintegritas tinggi. Uji kompetensi menjadi instrumen untuk memastikan bahwa setiap pejabat fungsional memiliki standar kemampuan yang diakui dan siap menghadapi tantangan pengelolaan hutan di era global,” ujarnya di Jakarta, Kamis, 28 Agustus 2025.
Ujikom ini adalah langkah nyata BP2SDM dalam memastikan aparatur kehutanan siap mendukung pencapaian target strategis sektor kehutanan, termasuk FOLU Net Sink 2030, serta menjawab kebutuhan pembangunan berkelanjutan.
sumber : Kemenhut RI















