Hadapi Era AI, Wamenaker Afriansyah Noor Minta Mahasiswa Adaptif dan Manfaatkan Pelatihan Gratis SIAPkerja

Jakarta, PR Politik – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor, menekankan krusialnya penguatan kompetensi mahasiswa serta generasi muda agar mampu beradaptasi cepat dengan perubahan lanskap dunia kerja yang terakselerasi oleh perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Hal tersebut ia sampaikan saat memberikan pengarahan dalam ajang Pink Model United Nations (MUN) 2026 di hadapan ratusan mahasiswa di Kampus BINUS University, Jakarta, Sabtu (29/8).

Ia mengimbau para pemuda untuk terus menerapkan prinsip pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning), memantapkan penguasaan teknologi, serta mengasah keterampilan nonteknis (soft skills) guna merespons dinamika kebutuhan industri modern.

“Jangan pernah takut menghadapi gelombang kemajuan AI, dan jangan pernah menjadi penonton pasif di negeri sendiri. Jadilah generasi yang adaptif, teruslah mengasah kompetensi diri, manfaatkan seluruh fasilitas pelatihan yang telah disediakan oleh negara, dan mari kita tingkatkan kualitas diri untuk bersama-sama mengawal dan mewujudkan visi agung Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bergerak cepat merespons kebutuhan pasar kerja dengan menyelaraskan kurikulum pelatihan vokasi nasional. Penguatan aspek teknis disandingkan langsung dengan literasi AI, analisis data, otomatisasi, hingga pematangan kemampuan berpikir kritis, etika kerja, adaptabilitas, serta kepemimpinan.

“Untuk mendukung adaptasi karier mahasiswa, Kemnaker menerapkan strategi upskilling, reskilling, dan cross-skilling dengan memberikan kombinasi keterampilan interdisipliner untuk fleksibilitas karier yang tinggi,” katanya.

Di samping pembenahan kompetensi, Wamenaker menggarisbawahi komitmen pemerintah dalam memperluas pemerataan akses pelatihan bagi seluruh anak bangsa—termasuk keterlibatan perempuan di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), kelompok disabilitas, hingga pemuda di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

“Kemnaker mendemokratisasi akses pelatihan melalui platform digital SIAPkerja, khususnya melalui fitur Skillhub. Langkah ini guna memastikan seluruh anak muda mendapat kesempatan yang sama,” ujarnya.

Ia menutup arahannya dengan menegaskan pentingnya kolaborasi erat antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia industri, organisasi kepemudaan, serta media massa demi mencetak SDM unggul yang tangguh di era digital.

Baca Juga:  Tembus Pasar Global, Kemenperin Pacu Ekspor Sepatu dan Alat Olahraga Lewat Skema Business Matching

sumber : Kemnaker

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

Opini