Lampung Tengah, PR Politik – Peningkatan kapasitas dan keahlian masyarakat menjadi pilar krusial untuk memastikan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) berjalan secara optimal. Guna mewujudkan hal tersebut, Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Daerah Pemilihan Lampung II, Hanan A. Rozak, berkolaborasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) siap menyelenggarakan agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi bagi Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).
Kegiatan strategis ini dijadwalkan berlangsung pada 10 Agustus 2026 di Desa Untoro, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah. Sebanyak 100 peserta yang merupakan perwakilan P3A penerima program P3TGAI di wilayah Daerah Pemilihan Lampung II dikonfirmasi bakal mengikuti rangkaian pelatihan intensif tersebut.
Program bimtek dan sertifikasi ini diformulasikan khusus untuk mendongkrak kapabilitas masyarakat yang terlibat langsung dalam eksekusi proyek fisik P3TGAI. Seluruh peserta akan dibekali materi komprehensif mulai dari standar teknis operasional, metode pelaksanaan konstruksi modern, aspek keselamatan kerja (K3), efisiensi penggunaan material, hingga tata cara pengawasan dan pemeliharaan infrastruktur pascakonstruksi.
Melalui lompatan kompetensi ini, P3A didorong tidak lagi sekadar menjadi objek atau penerima manfaat pasif dari pembangunan. Mereka diorientasikan agar mampu mengambil peran aktif dalam setiap linimasa, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, hingga perawatan jaringan irigasi secara mandiri.
Ia menegaskan bahwa kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) memiliki bobot krusial yang setara dengan pembangunan fisik dalam menentukan keberhasilan jangka panjang infrastruktur pengairan.
“Pembangunan infrastruktur irigasi tidak cukup hanya dengan menyediakan anggaran dan membangun fisiknya. Kita juga harus memastikan masyarakat, khususnya P3A, memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai agar pekerjaan dilaksanakan sesuai standar dan hasilnya dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” ujarnya, Jumat (7/8).
Mantan Bupati Tulang Bawang itu memaparkan bahwa indikator keberhasilan P3TGAI tidak boleh hanya diukur dari aspek formalitas rampungnya bentangan saluran irigasi. Parameter yang jauh lebih substansial adalah seberapa besar infrastruktur baru tersebut mampu mendongkrak kualitas pelayanan distribusi air serta memberikan efek domino bagi peningkatan produktivitas pertanian warga.
Keberadaan tenaga lokal yang mengantongi sertifikasi profesi resmi diharapkan mampu menciptakan iklim kerja konstruksi yang lebih tertib, presisi, dan bermutu tinggi. Setiap pengerjaan di lapangan diwajibkan memenuhi standar mutu volume yang baku dengan tetap menomorsatukan aspek keselamatan kerja. Kepatuhan pada standardisasi ini dinilai berbanding lurus dengan ketahanan fisik bangunan serta memperpanjang usia pakai jaringan irigasi.
Di samping penajaman keahlian teknis, pelibatan aktif P3A dalam eksekusi proyek dinilai efektif dalam menumbuhkan rasa memiliki (sense of ownership) masyarakat terhadap fasilitas publik yang dibangun. Faktor psikologis dan sosial ini sangat dibutuhkan agar warga memiliki kesadaran kolektif serta tanggung jawab moral untuk menjaga dan merawat jaringan irigasi secara swadaya.
Dengan demikian, pemanfaatan jaringan irigasi dapat dikelola secara optimal dan berkelanjutan, sehingga faedah dari pembangunan nasional tersebut tidak berhenti sekadar saat proyek dinyatakan selesai.
Ia juga menambahkan bahwa akselerasi kapasitas P3A berkelindan erat dengan agenda besar penguatan ketahanan pangan di tingkat daerah. Infrastruktur pengairan yang prima dan terkelola dengan baik akan menjamin stabilitas pasokan air ke lahan-lahan pertanian, menekan risiko gagal panen, serta bermuara pada peningkatan kesejahteraan hidup para petani.
“Harapannya, bimtek dan sertifikasi ini tidak berhenti pada kegiatan pelatihan saja. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh harus benar-benar diterapkan di lapangan sehingga kualitas pekerjaan P3TGAI semakin baik dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh para petani,” tegasnya.
Melalui orkestrasi kerja sama yang harmonis antara DPR RI, Kementerian PU, kelembagaan P3A, dan lapisan masyarakat, pelaksanaan P3TGAI di Lampung diharapkan tidak hanya melahirkan infrastruktur fisik yang andal. Lebih dari itu, program ini ditargetkan mampu membangun kemandirian dan kedaulatan masyarakat tani dalam mengelola aset daerah secara berkelanjutan demi menopang ekonomi Lampung.
sumber : Fraksi Golkar















