New York, PR Politik – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mencetak langkah strategis bersejarah dalam memperkuat kerja sama internasional untuk mengembangkan ekosistem olahraga nasional. Langkah ini diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) bersama Preston Robert Tisch Institute for Global Sport, New York University (NYU), Selasa (21/7) waktu setempat.
NYU merupakan institusi pendidikan dan riset global terkemuka yang berfokus pada pengembangan kepemimpinan, manajemen, bisnis, kebijakan, hingga inovasi industri olahraga.
Penandatanganan kesepakatan tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, bersama Dekan NYU School of Professional Studies, Angie Kamath. Kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam membangun diplomasi olahraga, pendidikan manajemen, pengembangan kepemudaan, riset inovatif, hingga membuka peluang beasiswa pendidikan tinggi bagi atlet-atlet nasional berprestasi di kampus NYU.
Ia mengungkapkan bahwa sejak awal dipercaya memimpin Kemenpora, prioritas utamanya adalah membangun ekosistem olahraga berkelanjutan guna mewujudkan kedigdayaan bangsa sekaligus menjadikan sektor olahraga sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru.
“Ketika Presiden Prabowo menunjuk saya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga, salah satu prioritas utama saya adalah menciptakan lingkungan yang memungkinkan ekosistem olahraga Indonesia berkembang,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa paradigma pembangunan olahraga nasional harus diperluas secara komprehensif. Olahraga tidak lagi boleh dipandang sebatas ajang kompetisi mencetak medali, melainkan sebagai sektor industri manufaktur dan jasa yang menguntungkan.
“Olahraga bukan sekadar tentang mengembangkan potensi atlet dan memenangkan kompetisi. Olahraga juga telah menjadi industri yang kuat yang menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan mempromosikan masyarakat yang lebih sehat,” terangnya.
Guna mencapai target tersebut, Kemenpora terus mendorong iklim investasi yang kondusif di sektor sport industry dan sport tourism.
“Tujuan kami jelas, yakni menciptakan ekosistem olahraga yang lebih terbuka dan ramah investasi, mendorong pertumbuhan industri olahraga dan pariwisata olahraga, serta mengubah cara pandang masyarakat Indonesia terhadap olahraga. Olahraga tidak lagi dipandang sebagai sumber pengeluaran, tetapi sebagai mesin pertumbuhan ekonomi sebagaimana telah terbukti di Amerika Serikat,” jelasnya.
Selain mencakup riset dan beasiswa atlet, ia secara terbuka mengundang New York University untuk mengeksplorasi ekspansi pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya melalui pembentukan program studi profesional di bidang bisnis dan manajemen olahraga.
“Indonesia memiliki kebutuhan yang terus meningkat terhadap tenaga profesional di bidang bisnis dan manajemen olahraga. Saya percaya New York University dapat memainkan peran penting dalam menyiapkan generasi baru pemimpin olahraga Indonesia.”
Ia memastikan bahwa Kemenpora siap menjadi fasilitator utama jika NYU merealisasikan penjajakan program akademik tersebut di tanah air.
“Jika New York University tertarik menjajaki peluang ini, pintu kami selalu terbuka. Kami akan dengan senang hati membantu memfasilitasi proses tersebut dan menghubungkan dengan berbagai mitra strategis di Indonesia,” tegasnya.
Melalui kemitraan strategis ini, transfer pengetahuan (transfer of knowledge), alih teknologi, serta riset terapan diharapkan mampu mempercepat transformasi olahraga Indonesia menuju industri modern yang berdaya saing global.
sumber : Kemenpora















