Purbalingga, PR Politik (2/12) – Anggota DPR RI Fraksi PKS, Rofik Hananto, kembali menunjukkan komitmennya terhadap sektor pertanian di Kabupaten Purbalingga dengan menyalurkan 300 paket mesin pompa air berbahan bakar gas (BBG). Bantuan ini diserahkan pada Jumat (29/11/2024) di UPTD Perbenihan Purbalingga, hasil kerjasama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan DPR RI.
Paket bantuan yang disalurkan mencakup mesin pompa air, selang hisap, selang buang, tabung gas, dan oli. Rofik menekankan bahwa penggunaan elpiji sebagai bahan bakar lebih hemat dibandingkan bahan bakar minyak (BBM), sehingga dapat mengurangi biaya operasional petani.
“Paket ini kami berikan secara cuma-cuma kepada petani yang memiliki lahan di bawah 0,5 hektar. Sejak program ini dimulai pada 2020, sebanyak 3.840 paket telah kami salurkan kepada petani yang membutuhkan,” ujar Rofik.
Rofik Hananto menambahkan, program ini merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap petani sebagai pilar utama ketahanan pangan nasional. “Petani adalah tulang punggung ketahanan pangan bangsa, sehingga sudah sepantasnya mereka mendapatkan perhatian dan dukungan penuh dari pemerintah,” tambahnya.
Ahmad Fernando, perwakilan PT Pertamina Patra Niaga Sales Area Regional Tegal, mengapresiasi program konversi BBM ke BBG ini. Menurutnya, penggunaan elpiji dapat menghemat biaya operasional petani hingga Rp500 ribu per bulan untuk lahan sekitar 0,5 hektar. “Selain hemat, elpiji juga mudah diakses karena tersedia di banyak warung,” ujar Ahmad.
Baca Juga: DPR Apresiasi Langkah Tegas Mentan Terkait Kasus Pupuk Palsu
Sementara itu, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Kementerian ESDM, Ashari, mengungkapkan bahwa sejak 2019 hingga 2023, pemerintah telah mendistribusikan 83.913 paket konversi BBM ke BBG di berbagai wilayah. Tahun 2024, sebanyak 13 ribu paket direncanakan untuk disalurkan ke 36 kabupaten/kota, termasuk 300 paket untuk Purbalingga.
“Kami berharap bantuan ini dapat meningkatkan produktivitas petani dan memberikan dampak positif bagi pertanian lokal,” tutup Ashari.
Sumber: fraksi.pks.id















