Jakarta, PR Politik – Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Wamenhan RI) Donny Ermawan Taufanto menerima kunjungan audiensi dari Ketua Umum Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) Pengurus Daerah Papua dan Papua Barat, Agustin Peranginangin, di Kantor Kemhan RI, Jakarta, Kamis (5/3).
Pertemuan tersebut difokuskan pada rencana penyelenggaraan seminar strategis mengenai optimalisasi potensi mineral dan gas di Tanah Papua. Inisiatif ini dipandang sebagai langkah krusial untuk mempercepat pembangunan daerah sekaligus menyokong target pertumbuhan ekonomi nasional. IA ITB berharap Kementerian Pertahanan dapat memberikan pandangan strategis agar seminar tersebut menghasilkan rekomendasi yang konkret bagi masa depan Papua.
Menanggapi rencana tersebut, Wamenhan Donny Ermawan menekankan bahwa pemanfaatan sumber daya alam (SDA) harus selaras dengan prinsip keamanan dan kesejahteraan jangka panjang.
“Menanggapi hal tersebut, Wamenhan RI Donny Ermawan Taufanto menyampaikan bahwa pengelolaan sumber daya alam, khususnya mineral dan energi, perlu dilakukan dengan tata kelola yang baik, transparan, dan berkelanjutan,” ungkapnya dalam audiensi tersebut.
Ia juga menekankan bahwa pengelolaan kekayaan alam yang presisi memiliki korelasi langsung dengan ketahanan nasional. Pengelolaan yang tepat akan menjamin kekayaan Indonesia memberikan dampak positif bagi ekonomi rakyat tanpa merusak ekosistem lingkungan.
“Wamenhan juga menegaskan pengelolaan yang tepat akan memastikan kekayaan alam Indonesia dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” tambahnya.
Pertemuan ini turut dihadiri oleh para pakar dari Dewan Pertahanan Nasional (DPN), di antaranya Deputi Bidang Geostrategi, Deputi Bidang Geopolitik, dan Deputi Bidang Geoekonomi. Kehadiran para deputi ini menunjukkan pentingnya wilayah Papua dari kacamata pertahanan dan ekonomi makro Indonesia.
Melalui kolaborasi antara akademisi dari IA ITB dan regulator pertahanan, diharapkan potensi besar mineral dan gas di ujung timur Indonesia dapat dikelola secara optimal. Hal ini diharapkan mampu memperkuat fondasi pembangunan nasional serta menjaga kedaulatan negara di tengah dinamika persaingan sumber daya global.
sumber : Kemhan RI















