Jakarta, PR Politik (20/12) – Delegasi Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR yang dipimpin oleh Ketua BKSAP DPR RI dari Fraksi PKS, Mardani Ali Sera, melakukan kunjungan ke Mesir pada Selasa (17/12). Kunjungan ini bertujuan untuk bertemu dengan Parlemen Mesir, Universitas Al Azhar, KBRI, dan para mahasiswa.
“Kami ke sini untuk menyampaikan bahwa DPR pada Juni 2025 akan menjadi tuan rumah Konferensi ke-19 Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) atau forum parlemen OKI. Kita ingin delegasi Parlemen Mesir menghadiri momen strategis tersebut,” ujar Mardani saat mengawali dialognya dengan Ketua Komisi Luar DPR Mesir, Karim Abdel Karim Darwish.
Mardani menjelaskan bahwa Mesir merupakan negara yang sangat penting bagi Indonesia. Oleh karena itu, delegasi DPR ke Parlemen Mesir terdiri dari 15 anggota DPR yang mewakili semua partai politik di DPR. “Kita ingin menunjukkan bahwa DPR sepenuhnya mendukung penguatan hubungan bilateral kedua negara,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa tahun 2024 menandai tahun ke-77 hubungan bilateral antara Indonesia dan Mesir, di mana Mesir termasuk negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Mardani menambahkan bahwa hubungan informal kedua negara telah terjalin selama lebih dari 300 tahun dengan Al Azhar, yang telah melahirkan banyak tokoh dan bapak pendiri Indonesia. “Saat ini ada sekitar 15 ribu mahasiswa Indonesia yang mengambil manfaat dari Al Azhar,” imbuhnya.
Dalam pertemuan tersebut, Mardani mengungkapkan apresiasinya kepada Mesir terkait kerja sama dalam konteks bantuan kemanusiaan Indonesia untuk Palestina. Kedua pihak menekankan pentingnya memastikan bantuan tersebut tepat sasaran.
Mardani juga meminta Parlemen Mesir untuk memberlakukan bebas visa secara resiprokal antara kedua negara. “Kita mengusulkan ke depan kedua negara menyepakati bebas visa minimal 30 hari. Ini dapat melipatgandakan hubungan dagang, pariwisata, dan budaya kedua negara,” jelasnya.
Baca Juga: Frederik Kalalembang Desak Polda Sulsel Bongkar Jaringan Pabrik Uang Palsu di UIN Alauddin Makassar
Selain itu, Mardani meminta Parlemen Mesir memberikan kemudahan visa bagi pelajar Indonesia yang akan belajar di Mesir, termasuk di Al Azhar. “Kami meminta Mesir memberikan visa belajar langsung di Indonesia seperti kepada pelajar Malaysia. Indonesia dengan populasi sekitar 280 juta jiwa lebih membutuhkan Al Azhar daripada Malaysia yang berpenduduk sekitar 28 juta,” pungkasnya.
Ketua Komisi Luar Negeri DPR Mesir berjanji akan menyampaikan gagasan bebas visa dan visa studi bagi pelajar Indonesia. Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Mesir serta meningkatkan kerja sama di berbagai bidang.
Sumber: fraksi.pks.id















