Palembang, PR Politik – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sumatera Selatan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) XI di Hotel Aryaduta Palembang, Minggu (2/8). Musda ini menjadi forum strategis bagi Partai Golkar di Sumatera Selatan untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menentukan kepemimpinan baru untuk periode mendatang.
Pembukaan Musda XI dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. Di hadapan para kader, ia menekankan bahwa Musda harus menjadi momentum memperkuat kerja-kerja politik partai, bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan.
Ia mengingatkan seluruh jajaran Partai Golkar agar segera menindaklanjuti hasil Musyawarah Nasional (Munas), terutama dalam memperkuat konsolidasi hingga tingkat akar rumput. Menurutnya, peningkatan perolehan kursi legislatif di seluruh tingkatan menjadi target utama yang harus diwujudkan, seiring komitmen Golkar untuk terus berada di garda depan mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Musda dan konsolidasi adalah bagian terpenting dalam proses melaksanakan kerja-kerja partai. Harapan kami, Golkar di Sumsel semakin baik. Target kita jelas, kursi legislatif harus bertambah di semua tingkatan, baik DPR RI, DPRD provinsi, maupun kabupaten dan kota,” katanya di hadapan seluruh kader.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan kembali nilai-nilai dasar yang menjadi pijakan Partai Golkar sejak awal berdiri. Ia menegaskan bahwa partai harus tetap berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.
“Golkar lahir dari rahim rakyat. Pemilik saham Golkar adalah rakyat Indonesia, bukan perseorangan atau keluarga tertentu,” tegasnya.
Meski mengapresiasi capaian Golkar Sumatera Selatan pada Pemilu sebelumnya—yakni meraih tiga kursi DPR RI, 12 kursi DPRD Provinsi Sumatera Selatan termasuk posisi Ketua DPRD, serta 85 kursi DPRD kabupaten/kota—Bahlil menilai seluruh kader tidak boleh cepat berpuas diri. Capaian tersebut diposisikan sebagai modal dasar untuk melipatgandakan kekuatan politik partai pada pemilu mendatang.
Sementara itu, proses pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Selatan periode 2026–2031 menguat pada calon tunggal. Hingga penutupan masa pendaftaran pada Sabtu (1/8), hanya Andie Dinialdie yang mengambil sekaligus mengembalikan formulir pencalonan.
“Sampai dengan penutupan semalam (1 Agustus), hanya satu orang yang mengambil dan mengembalikan formulir, yaitu Andie Dinialdie,” ungkap Surya, Minggu (2/8).
Dengan munculnya calon tunggal yang memenuhi seluruh tahapan pendaftaran, peluang Andie Dinialdie untuk memimpin DPD Partai Golkar Sumatera Selatan secara aklamasi semakin terbuka lebar. Namun, Surya menambahkan bahwa penetapan resmi ketua terpilih tetap diputuskan secara sah melalui forum sidang pleno Musda XI sesuai mekanisme yang diatur dalam AD/ART organisasi.
sumber : Partai Golkar















